WAHANANEWS.CO, Jakarta – Sebanyak 508 guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Sumedang mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi di Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar di Aula Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Hak Asasi Manusia, Kabupaten Sumedang, Sabtu (27/6/2026).
Mengusung tema "Meningkatkan Pemahaman Dasar HAM dan KBC Secara Terstruktur dan Menyenangkan", kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara Kementerian HAM, Kementerian Agama, dan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Sumedang dalam memperkuat pemahaman guru terhadap pendidikan berbasis hak asasi manusia dan Kurikulum Berbasis Cinta.
Baca Juga:
Olahraga Jumat Jadi Budaya Sehat di Lingkungan Satpol PP Sumedang
Hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Wilayah II Kementerian HAM Indra Jaya Ali, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat Hasbullah Fudail, Kasubag TU PPSDM Kementerian HAM Kamandanu Adji, Ketua IGRA Kabupaten Sumedang Rahmat Hidayat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang H. Hamzah Rukmana, serta menghadirkan narasumber Eka Yanuarti dari PPSDM Kementerian HAM dan Inti Farhati, Koordinator Pengawas RA Nasional Kementerian Agama RI.
Kasubag TU PPSDM Kementerian HAM, Kamandanu Adji, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian awal program penguatan pendidikan HAM yang akan menyasar seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Sumedang.
"Kegiatan hari ini merupakan rangkaian awal. Melalui PPSDM Kementerian HAM di Sumedang, kami akan merangkul seluruh guru, dimulai dari guru TK atau Raudhatul Athfal. Hari ini ada 508 guru yang mengikuti pelatihan dasar HAM," ujarnya.
Baca Juga:
Sambut Libur Sekolah, Tahura Gunung Kunci Sumedang Siap Jadi Destinasi Wisata Keluarga
Menurutnya, pendidikan hak asasi manusia perlu diberikan sejak dini karena berbagai persoalan yang dihadapi anak berawal dari usia anak-anak.
"Ke depan pelatihan ini tidak hanya untuk guru TK, tetapi juga akan menyasar guru SD, SMP, hingga SMA. Bahkan kami juga akan melibatkan organisasi masyarakat serta instansi pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya," jelasnya.
Kamandanu menjelaskan materi yang diberikan meliputi dasar-dasar HAM, pengantar HAM, hingga konsep pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai hak asasi manusia.
"Harapan kami, proses pendidikan di Indonesia benar-benar mengedepankan penghormatan terhadap HAM dalam mendidik anak-anak sejak usia dini," katanya.
Sementara itu, Ketua IGRA Kabupaten Sumedang Rahmat Hidayat mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian HAM dengan IGRA Kabupaten Sumedang.
"Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar HAM sekaligus implementasi Kurikulum Berbasis Cinta bagi guru RA se-Kabupaten Sumedang," ujarnya.
Ia menjelaskan sebanyak 508 peserta dibagi ke dalam dua ruang pelatihan agar proses pembelajaran berjalan efektif.
Rahmat berharap setelah mengikuti workshop, para guru mampu menyusun perangkat pembelajaran sesuai Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus menerapkan nilai-nilai HAM di lingkungan sekolah masing-masing.
"Harapannya guru-guru RA semakin memahami hak asasi manusia dan mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di lembaga masing-masing," katanya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat Hasbullah Fudail menyebut kegiatan tersebut menjadi langkah awal Kementerian HAM hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui dunia pendidikan.
"Hari ini Kementerian HAM hadir di tengah masyarakat dengan berkolaborasi bersama guru-guru Raudhatul Athfal di Kabupaten Sumedang. Penguatan HAM bagi guru menjadi sangat penting karena mereka merupakan pihak yang paling strategis dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak usia dini," ujarnya.
Menurut Hasbullah, penguatan HAM tidak berarti menghilangkan kedisiplinan di sekolah.
"Kami selalu menyampaikan kepada para guru bahwa menegakkan disiplin bukan berarti melanggar HAM. Disiplin dan HAM bukan dua hal yang bertentangan, justru dapat berjalan beriringan apabila diterapkan dengan aturan dan prosedur yang jelas," tegasnya.
Ia juga mengingatkan para guru agar tidak takut menjalankan fungsi pendidikan selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan disepakati bersama oleh sekolah, siswa, serta orang tua.
"Guru jangan hanya fokus pada administrasi. Yang lebih penting adalah menanamkan nilai moral, karakter, dan kemanusiaan kepada anak-anak karena itulah fondasi pendidikan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang H. Hamzah Rukmana mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Kami memberikan penghargaan kepada IGRA Kabupaten Sumedang yang telah melibatkan seluruh guru RA dalam workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan pengenalan dasar HAM yang menghadirkan narasumber dari Kementerian HAM Republik Indonesia," katanya.
Menurut Hamzah, materi yang diberikan sangat relevan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang saat ini mulai diterapkan di lingkungan madrasah.
"Nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta sangat sejalan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Ini menjadi bekal penting bagi guru dalam membangun karakter peserta didik sejak usia dini," ujarnya.»
Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi yang pertama di Jawa Barat, bahkan disebut sebagai pelaksanaan perdana di tingkat Raudhatul Athfal di Indonesia.
"Tentu ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sumedang yang dipercaya menjadi pelopor pelaksanaan penguatan HAM bagi guru RA," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]