WAHANANEWS.CO, Sumedang - Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir membuka sekaligus memberikan sambutan dan pengarahan pada Kegiatan Pelatihan Pengembangan Kompetensi Manajerial Program Leadership Inside Out (Menguatkan Kepemimpinan dari Dalam Diri) yang berlangsung di Gedung Negara Sumedang, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh BKPSDM Kabupaten Sumedang tersebut diikuti para pejabat Eselon II B dan Eselon III A di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Hadiri Haflah Musyahadah dan Khotmil Qur'an Santri TKA-TPA BKPRMI se-Kabupaten Sumedang
Pelatihan menghadirkan narasumber oleh Ditektur PT Intimakna Prasetya, M. Brata.
Dalam arahannya, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan kegiatan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan aparatur pemerintah.
"Kita patut bersyukur karena hari ini dapat mengikuti kegiatan yang sangat penting dan strategis. Insyaallah kegiatan ini akan mengubah diri kita, mengubah pola pikir atau mindset, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan kita apabila diikuti dengan sungguh-sungguh," ujarnya.
Baca Juga:
Bupati Dony Dorong BUMDes Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Melalui BUMDes-Hub, Desa Digital dan Desa Ekspor
Menurut Dony, kesempatan mengikuti pelatihan tersebut merupakan sebuah anugerah yang tidak diperoleh semua orang.
Oleh karena itu, para peserta diminta untuk fokus dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan.
"Saya minta seluruh peserta hadir secara utuh, baik fisik, pikiran maupun hati. Fokuskan perhatian pada kegiatan ini dan jangan memikirkan persoalan-persoalan di luar pelatihan. Saat ini kita sedang menimba ilmu untuk meningkatkan kualitas diri," katanya.
Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran dan pelatihan harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri sebagai aparatur negara yang memiliki tanggung jawab melayani masyarakat.
"Mencari ilmu adalah kewajiban. Saya yakin setiap pelatihan seperti ini akan memotivasi dan menginspirasi kita untuk terus berkembang. Pelatihan ini harus mampu membuka pikiran (open mind), membuka hati (open heart), dan membuka kemauan (open will) untuk mengeksekusi perubahan yang lebih baik," tuturnya.
Bupati juga mengajak peserta untuk mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mindset) sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
"Kita harus menjadi pribadi yang haus ilmu, terus memperbaiki kompetensi diri, dan terus berkembang demi kemajuan serta kemaslahatan masyarakat Kabupaten Sumedang," katanya.
Menurut Dony, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari proses yang dilalui, tetapi juga dari implementasi hasil pembelajaran setelah kegiatan selesai.
"Output dari pelatihan ini adalah meningkatnya kompetensi kerja, munculnya kemauan untuk mengeksekusi berbagai gagasan dan inovasi, serta berdampak pada peningkatan pelayanan publik, pembangunan daerah, kemajuan Kabupaten Sumedang, hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dony juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola diri sebagai fondasi kepemimpinan yang efektif.
Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu mengenali diri, mengendalikan emosi, serta menggunakan kata-kata yang mampu memberdayakan lingkungan kerja maupun masyarakat.
"Kendali itu ada pada diri kita sendiri. Mau semangat, mau bahagia, mau sungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini, semuanya bergantung pada diri kita. Karena itu, kendalikan emosi, hadirkan hati dalam setiap pekerjaan, dan kenali potensi yang ada dalam diri kita," ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mencintai pekerjaan dan menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
"Kalau kita mencintai pekerjaan, pasti ada pengorbanan dan semangat untuk memberikan yang terbaik. Mari hadirkan hati dalam setiap pekerjaan agar apa yang kita lakukan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat," pungkasnya.
Melalui pelatihan Leadership Inside Out tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap lahir pemimpin-pemimpin birokrasi yang memiliki kompetensi manajerial yang kuat, berintegritas, serta mampu membawa perubahan positif dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]