WAHANANEWS.CO, Sumedang - Dalam rangka meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai tata cara pelaksanaan kemitraan di bidang penanaman modal antara usaha besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan DPMPTSP Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Sosialisasi Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM dan Optimalisasi Aplikasi Sikertas Jabar (Sistem Informasi Kemitraan Investasi Jawa Barat).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tampomas PPS Kabupaten Sumedang, Rabu (12/8/2026), dengan mengusung tema “Bersinergi Membangun Kemitraan Mewujudkan Investasi Berkualitas untuk Sumedang Simpati.”
Baca Juga:
Satpol PP Segel Gedung Mewah Langgar GSS Ciliwung Pekan Esok: Ada yang Lapor Polres Soal Penipuan
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Sumedang dan dihadiri para pelaku UMKM Kabupaten Sumedang.
Dalam kegiatan tersebut, DPMPTSP Provinsi Jawa Barat turut menghadirkan narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemitraan investasi serta pemanfaatan aplikasi Sikertas Jabar.
Koordinator Strategi Perencanaan Investasi DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Heny Rahmawati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat hubungan antara pelaku usaha besar dengan UMKM di daerah.
Baca Juga:
Program PKW Platinum 2026 Resmi Ditutup, 25 Peserta di Sumedang Terima Bantuan Usaha dan Legalitas Berwirausaha
“Pada hari ini, 12 Agustus 2026, Alhamdulillah kami telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kemitraan investasi dan optimalisasi Sistem Informasi Kemitraan Investasi atau Sikertas di Kabupaten Sumedang,” ujar Heny.
Menurutnya, keberadaan Sikertas Jabar diharapkan mampu menjadi sarana yang menghubungkan pelaku usaha besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sistem tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan akses informasi terkait peluang investasi dan kemitraan.
“Tujuannya adalah meningkatkan akses informasi mengenai investasi, kemudian mempertemukan pelaku usaha dan investor, serta mendorong pemerataan investasi daerah,” katanya.
Heny menjelaskan, Jawa Barat selama ini menjadi salah satu daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.
Namun demikian, capaian investasi tersebut perlu terus didorong agar dapat memberikan dampak yang lebih merata hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Selain mendorong pemerataan investasi, kemitraan antara usaha besar dan UMKM dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
“Sikertas memiliki basis data, baik pelaku usaha besar maupun UMKM. Data tersebut menjadi backbone untuk mempertemukan antara usaha besar dengan UMKM,” jelasnya.
Menurut Heny, ketersediaan data yang terintegrasi juga dapat membantu pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Perangkat daerah dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk menyusun berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan investasi dan kemitraan usaha.
Di sisi lain, penerapan sistem informasi kemitraan juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi serta memudahkan proses monitoring pelaksanaan kemitraan.
“Dengan Sistem Informasi Kemitraan Investasi ini, menjadi suatu sistem bersama yang dapat dipergunakan oleh seluruh perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.
Heny menambahkan, optimalisasi Sikertas Jabar juga diharapkan dapat mendukung kemudahan pelayanan investasi sekaligus menciptakan ekosistem investasi yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Ia mengapresiasi langkah DPMPTSP Kabupaten Sumedang yang telah melaksanakan sosialisasi kemitraan investasi dan optimalisasi Sikertas Jabar bagi para pelaku UMKM.
“Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh DPMPTSP Kabupaten Sumedang dengan pelaksanaan sosialisasi kemitraan investasi dan optimalisasi Sikertas ini,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM di Kabupaten Sumedang yang memahami peluang dan mekanisme kemitraan dengan usaha besar, sehingga tercipta hubungan usaha yang saling menguntungkan sekaligus mampu memperkuat perekonomian daerah dan mewujudkan investasi yang berkualitas di Kabupaten Sumedang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]