WAHANANEWS.CO, Sumedang - Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang dalam rangka pengawasan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang, Bertempat di Gedung Sarana Penunjang Kemenag Kabupaten Sumedang. Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda Pemkesra) Setda Sumedang, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Kepala Kemenag Kabupaten Sumedang beserta para kepala seksi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Bolehkah Makan Buah di Malam Hari? Simak Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Anggota DPR RI Komisi VIII, KH. Maman Imanul Haq, mengatakan pihaknya terus memperjuangkan percepatan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana MAN IC Sumedang, khususnya terkait ketersediaan serta perluasan lahan.
“Kita memperjuangkan MAN IC ini lebih lama, terutama soal lahan. Kami mengucapkan terima kasih ketika Kementerian Agama, Pemda Kabupaten Sumedang, dan Pemprov tetap mengupayakan agar perluasan lahan dipercepat,” ujar Maman.
Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi semakin penting karena MAN IC Sumedang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan pendidikan, sementara pada tahun keempat seluruh sarana dan prasarana utama diharapkan sudah dapat diselesaikan.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Hadiri Pelantikan Ketua dan Pengurus PWI Kota Jambi Masa Bakti 2026-2029
Saat ini, kegiatan pendidikan MAN IC Sumedang masih berlangsung di fasilitas Asrama Haji Bekasi. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diakhiri dengan membangun fasilitas pendidikan yang representatif di Sumedang.
Maman menyebut sejumlah fasilitas yang mendesak untuk segera diwujudkan antara lain ruang kelas belajar (RKB) untuk menampung sekitar 180 peserta didik, tempat tinggal bagi tenaga pendidik, masjid, serta akses jalan menuju kawasan MAN IC Sumedang.
“Makanya kita meminta kepada Pemprov dan melalui Pemda Kabupaten Sumedang agar jalan itu disalurkan. Lalu kita juga akan meminta kepada pihak Dirjen Pendidikan Islam melalui Direktur KKS untuk segera mewujudkan beberapa bangunan yang diperlukan,” katanya.
Ia menegaskan, penyelesaian pembangunan MAN IC Sumedang tidak dapat terus ditunda.
Selain kebutuhan peserta didik yang semakin meningkat, keberadaan siswa di Asrama Haji Bekasi juga menghadapi persoalan karena fasilitas tersebut merupakan milik Kementerian Haji dan Umrah yang membutuhkan penggunaan kembali.
“Kita sudah tidak mungkin untuk menunda lagi penyelesaian ini, karena siswa-siswi sudah terlalu banyak bertanya kenapa mereka masih ditempatkan di Asrama Haji. Apalagi ada semacam warning dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai pemilik asrama untuk segera mengosongkan lahan itu,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga menerima berbagai masukan konstruktif dari Kanwil Kemenag Jawa Barat, jajaran bidang terkait, serta Kemenag Kabupaten Sumedang.
Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala pembangunan MAN IC Sumedang.
“Kita berharap segera seluruh fasilitas MAN IC ini diselesaikan dan tahun ajaran baru tahun depan itu bisa sudah pindah semuanya ke bangunan yang baik,” ungkap Maman.
Selain sarana prasarana, persoalan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Menurut Maman, ketersediaan tenaga pendidik merupakan salah satu kunci utama dalam memastikan kualitas proses pembelajaran di MAN IC Sumedang.
Untuk itu, pihaknya mendorong Direktorat Jenderal Pendidikan Islam agar segera melakukan rekrutmen tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan MAN IC Sumedang. Ia juga berharap tenaga pendidik terbaik dari madrasah-madrasah di Jawa Barat dapat turut dipertimbangkan.
“Kita berharap segera dari Dirjen Pendis melakukan semacam recruitment bagi tenaga pendidik yang terpilih. Kami memohon juga agar itu memasukkan tenaga pendidik terbaik yang ada di Jawa Barat,” pungkasnya.
Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, dan Kementerian Agama dalam mempercepat terwujudnya MAN IC Sumedang sebagai lembaga pendidikan madrasah unggulan dengan fasilitas yang memadai.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]