WAHANANEWS.CO, Sumedang - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI) Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan P4S Dayangsumbi menggelar Pelatihan Budidaya Anggur bagi siswa SMK Pertanian.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Muda Berkarya, Panen Anggur Melimpah, ASPAI Jaya” dan berlangsung di Saung Anggur CSI, Sumedang, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga:
Horas Bangso Batak Hadir di Jawa Timur, Siap Gelar Pelantikan 30 Agustus 2025
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum DPP ASPAI, Tosan Aji yang akrab disapa Ocan, serta komunitas anggur Sumedang.
Para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai teknik budidaya anggur, mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan, pemupukan, hingga proses panen dan pascapanen.
Peserta pelatihan berasal dari dua sekolah, yakni SMK Pertanian Tanjungsari dan SMK Pertanian Sumedang.
Baca Juga:
DPD KAI Provsu Gelar Musda ke-IV, Ini Pesan Menohok Ketum DPP KAI
Dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 100 siswa, panitia membatasi peserta menjadi 50 orang agar pelatihan dapat berjalan lebih efektif.
Ketua DPD ASPAI Kabupaten Sumedang, H. Egi Zaenal Mutaqin, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan pelatihan budidaya anggur. Ini dalam rangka memeriahkan peringatan ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” ujar Egi.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya memberikan keterampilan praktis kepada generasi muda, khususnya siswa SMK Pertanian.
“Ini khusus untuk anak-anak siswa SMK Pertanian. Dihadiri oleh dua SMK Pertanian, yaitu SMK Pertanian Tanjungsari dan SMK Pertanian Sumedang,” katanya.
Egi menambahkan, antusiasme para siswa mengikuti pelatihan cukup tinggi.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat dipraktikkan di lingkungan sekolah maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.
“Alhamdulillah antusiasme para siswa sangat bagus. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menghasilkan ilmu yang bermanfaat, terutama di bidang manajemen budidaya anggur,” ungkapnya.
Materi yang diberikan mencakup bagaimana memilih dan merawat bibit berkualitas, teknik pemeliharaan tanaman, pemupukan, hingga menghasilkan buah dengan kualitas dan kuantitas yang baik.
“Bagaimana mereka bisa memelihara bibit-bibit yang bagus, memelihara anggur dengan panen dan kualitas yang baik, mulai dari varietas, bibit, pemupukan sampai pascapanen. Sehingga nanti para siswa di sekolahnya bisa mempraktikkan budidaya anggur ini,” jelas Egi.
ASPAI Siapkan Program Pelatihan untuk Pensiunan
Tidak hanya menyasar pelajar, DPD ASPAI Sumedang juga berencana mengembangkan program pelatihan budidaya anggur bagi para pensiunan.
Egi mengatakan, program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat yang memasuki masa purna tugas agar memiliki kegiatan produktif sekaligus berpotensi menopang kehidupan setelah pensiun.
“Kita juga berencana untuk para pensiunan. Mereka yang akan pensiun bisa mempersiapkan diri dengan kegiatan yang bisa menunjang dan menopang kehidupan mereka,” tuturnya.
Menurut Egi, budidaya anggur dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif bagi pensiunan setelah menyelesaikan masa tugas.
“Biasanya setelah selesai purna dari masa jabatannya atau masa tugasnya, ada yang kebingungan apa yang harus digarap. Sehingga nanti kita akan membuka program pelatihan budidaya anggur ini untuk para pensiunan yang ada di Kabupaten Sumedang,” katanya.
ASPAI Dorong Pengembangan Anggur Secara Masif
Sementara itu, Ketua Umum DPP ASPAI Tosan Aji, yang akrab disapa Ocan, mengatakan perkembangan komunitas dan budidaya anggur di berbagai daerah Indonesia terus mengalami pertumbuhan.
Menurutnya, dalam satu tahun terakhir terdapat sejumlah DPD baru yang bergabung dengan ASPAI.
Hal tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap budidaya anggur.
“Banyak daerah-daerah yang sekarang sudah mulai bergabung ke asosiasi. Tahun ini saja hampir enam DPD yang bergabung dengan asosiasi,” kata Ocan.
Ia menilai pengembangan budidaya anggur perlu dilakukan secara masif dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Kalau kita mau mengembangkan anggur secara masif, mau tidak mau kita harus bekerja sama dengan pemerintah. Kalau tanpa kerja sama dengan pemerintah, anggur itu hanya skala hobi saja, tidak akan masif. Harus ada bantuan program-program,” tegasnya.
Ocan menyebut beberapa daerah yang baru bergabung dengan ASPAI, di antaranya Gorontalo, wilayah Sulawesi, Sumatera, Sukabumi, serta Majalengka.
Sumedang Dinilai Punya Potensi Budidaya Anggur
Terkait potensi budidaya anggur di Sumedang, Ocan menyebut daerah tersebut memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas anggur. Sejumlah kebun anggur di Sumedang bahkan telah menunjukkan hasil yang baik.
“Untuk di Sumedang sendiri sebenarnya banyak yang cocok. Datarannya juga cocok dan sekarang sudah mulai masif. Ada beberapa kebun yang sudah berhasil di Sumedang, seperti Amira dan Lenjer di Pamulihan. Itu ada beberapa kebun yang sangat sukses,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa secara umum budidaya anggur dapat dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia.
Namun, menurutnya, sejumlah daerah yang berada di sekitar garis khatulistiwa memiliki keuntungan dari sisi penyinaran matahari yang lebih lama.
“Semua dataran Indonesia sebenarnya bagus, tetapi yang paling bagus untuk anggur ini sebenarnya daerah di sekitar garis khatulistiwa. Dari Palembang, Kalimantan Tengah, Palu dan daerah yang dekat jalur khatulistiwa penyinarannya lebih lama dibandingkan kita di Jawa,” jelasnya.
Pelatihan Gratis Setiap Bulan untuk Siswa
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pengetahuan generasi muda, ASPAI juga berencana memberikan edukasi budidaya anggur secara rutin kepada siswa SMK Pertanian.
Ocan mengatakan pelatihan akan dilaksanakan secara gratis dan direncanakan berlangsung satu kali dalam sebulan.
“Kita adakan acara pelatihan cuma-cuma buat teman-teman adik-adik SMK. Yang akan kita lakukan selama sebulan sekali itu secara gratis. Asal adik-adik semangat untuk datang, kita pasti edukasi,” katanya.
Ia berharap para penggiat anggur di Sumedang dapat terus menjaga kekompakan dan membangun kolaborasi dengan pemerintah sehingga budidaya anggur tidak berhenti sebagai hobi, tetapi mampu berkembang menjadi sektor produktif dan bernilai ekonomi.
“Harapan kepada teman-teman anggur, kita kompak. Kalau kita mau masifkan anggur, mau tidak mau kita harus bekerja sama dengan pemerintah,” pungkasnya.
Melalui pelatihan tersebut, ASPAI Sumedang bersama P4S Dayangsumbi berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami teori pertanian, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam budidaya anggur dan mampu mengembangkannya menjadi peluang usaha di masa depan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]