WAHANANEWS.CO, Sumedang - Taman Hutan Raya (Tahura) yang berada di tengah Kota Kabupaten Sumedang terus menunjukkan kinerja positif.
Dari target retribusi sebesar Rp100.000.000 pada tahun 2025, realisasi pendapatan justru melampaui target dengan capaian sebesar Rp115.380.000.
Baca Juga:
Keliru Soal Akar : APBD Bisa Malfungsi
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kehutanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, Amalia Hermayanti, saat ditemui di kantornya, Senin (5/1/2026).
Tahura Sumedang sendiri mencakup dua kawasan gunung yang berada di tengah kota, yakni Gunung Palasari yang berlokasi di Sindangpalay, Kelurahan Pasanggrahan Baru, serta Gunung Kunci yang berada di Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan.
“Alhamdulillah, target retribusi Tahura tahun 2025 sebesar Rp100 juta berhasil terlampaui. Per 31 Desember 2025, realisasinya mencapai Rp115 juta 380 ribu,” ujar Amalia yang akrab disapa Amel.
Baca Juga:
Fakta Baru Soal Dugaan Korupsi Retribusi Wisata Cibodas, Mantan Kadis DLH Dipanggil Polda Jabar
Ia menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya kembali mendapatkan target yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp155 juta, dan optimistis target tersebut dapat tercapai.
“Untuk tahun 2026 target kita Rp155 juta. Insya Allah kami optimis bisa mencapainya,” tambahnya.
Terkait momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Amel menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan tetap ada, meskipun didominasi oleh rombongan pelajar.
DLHK sebelumnya telah menyebarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Kota Sumedang, Sumedang Selatan, dan Sumedang Utara, agar melakukan kunjungan edukatif ke kawasan Gunung Kunci.
“Alhamdulillah antusiasnya sangat bagus. Banyak sekolah mulai dari TK, SD, SMP sampai SMA yang berkunjung ke Gunung Kunci,” katanya.
Melihat respons positif tersebut, pada tahun 2026 DLHK Sumedang berencana memperluas penyebaran surat edaran ke seluruh sekolah di Kabupaten Sumedang.
Hal ini bertujuan agar anak-anak dan masyarakat semakin mengenal potensi wisata alam yang berada di tengah kota.
“Masih banyak yang belum tahu, bahkan guru-guru juga banyak yang baru tahu kalau Sumedang punya wisata seperti Gunung Kunci. Padahal sekarang fasilitasnya juga terus kami lengkapi,” ungkap Amel.
Beberapa fasilitas yang telah tersedia di kawasan Gunung Kunci antara lain Kafe Kunci serta jogging track yang baru rampung pada Desember 2025.
Jalur jogging track tersebut mengelilingi kawasan gunung sehingga dapat digunakan untuk aktivitas olahraga sekaligus rekreasi.
Meski demikian, Amel mengakui terdapat sejumlah kendala, terutama saat musim hujan. Potensi pohon tumbang dan jalan licin menjadi perhatian utama pengelola.
“Setiap hari sebelum aktivitas kerja, petugas wajib melakukan kebersihan dan patroli. Jika ada pohon yang rawan tumbang, langsung dilaporkan dan segera dieksekusi. Ini demi kenyamanan dan keamanan pengunjung,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]