WAHANANEWS.CO, Sumedang - Alumni Rumah Imperium yang juga peserta Program Sekolah Negarawan Angkatan Pertama, Rizal Sopian, melakukan kunjungan ke Yayasan Rumah Imperium di Sumedang.
Kunjungan tersebut menjadi momen penuh makna sekaligus nostalgia bagi Rizal, mengenang kembali perjalanan intelektual dan proses pembelajaran yang pernah ia jalani semasa kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran, Jatinangor, beberapa belas tahun silam.
Baca Juga:
Rumah Imperium dan Pemdes Ganeas Perkuat Kolaborasi Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal
“Ini salah satu bentuk nostalgia melihat tempat belajar zaman kuliah di FISIP UNPAD, Jatingangor beberapa belas tahun yang lalu,” ujar Rizal mengenang masa-masa awalnya aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri dan kepemimpinan.
Saat ini, Rizal Sopian telah mengemban amanah sebagai salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumedang.
Kiprahnya sebagai aktivis sejak duduk di bangku kuliah dinilai menjadi fondasi penting yang membentuk karakter, kapasitas kepemimpinan, serta komitmennya terhadap demokrasi dan pelayanan publik, hingga mengantarkannya ke posisi strategis tersebut.
Baca Juga:
Mojang Jajaka Sumedang Ajak Generasi Muda Aktif Lewat Rumah Imperium Gathering
Ketua Yayasan Rumah Imperium, Associate Professor Dr. Muhammad Reza Syariffudin Zaki, S.H., MA, AWP, CIQnR, CRMO. turut mengenang masa awal Rizal bergabung dan belajar di Rumah Imperium.
Ia menyampaikan bahwa pada periode tersebut, jumlah peserta yang terlibat masih sangat terbatas.
“Dulu saya ingat di zaman Rizal belajar di Rumah Imperium hanya ada 4–5 orang saja. Belajar kepemimpinan, menulis, bertemu dengan tokoh-tokoh,” ujar Reza Zaki.
Ia menambahkan, perjuangan Rizal untuk mengikuti kegiatan pembelajaran kala itu tidaklah mudah.
Jarak yang harus ditempuh dari Jatinangor menuju Desa Ganeas membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Rizal dalam menimba ilmu.
“Meskipun Rizal harus naik motor dari Jatinangor ke Desa Ganeas tentu saja menempuh waktu yang panjang, namun semangat untuk belajarnya sangat tinggi,” tambah Reza Zaki.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap perkembangan Yayasan Rumah Imperium yang dinilai semakin pesat dari tahun ke tahun.
Menurutnya, dampak yang dihasilkan kini jauh lebih luas dibandingkan masa awal berdirinya.
Dari yang semula hanya dirasakan oleh segelintir orang, kini keberadaan Rumah Imperium telah memberi manfaat kepada lebih dari 50.000 orang di Kabupaten Sumedang.
Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dalam membangun ruang belajar, kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat mampu melahirkan dampak sosial yang berkelanjutan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]