WAHANANEWS.CO, Sumedang – Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, secara resmi membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif bertajuk "Sumedang Go Digital" yang digelar di Sumedang Creative Center, Kabupaten Sumedang, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tersebut dihadiri Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf/Badan Ekraf R. Adi Mukhtar Rivai, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Sumedang Dikdik Syeh Rizki, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang Dede Mulyadi, para kreator konten, komunitas ekonomi kreatif, serta pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Komisi VII DPR Dorong Industri Animasi dan Konten Digital Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Indonesia
Dalam laporannya, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif dalam meningkatkan kualitas talenta ekonomi kreatif di daerah melalui program aktivasi ruang kreatif.
"Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf dengan tema Sumedang Go Digital, kami ingin memperkuat kompetensi para pelaku ekonomi kreatif agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. Program ini juga menjadi bagian dari aktivasi ruang kreatif di Sumedang Creative Center," ujarnya.
Adi menjelaskan, pelatihan ini merupakan aktivasi ruang kreatif pertama yang dilaksanakan Pusat Pengembangan SDM Ekraf pada tahun 2026.
Baca Juga:
Wamen Ekraf Tekankan Peran Generasi Muda dalam Mendorong Ekonomi Kreatif Nasional
Sebanyak 130 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 90 peserta dari komunitas dan asosiasi ekonomi kreatif, 10 peserta dari perangkat daerah, serta 30 pelaku UMKM binaan Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang.
Para peserta mendapatkan berbagai materi dari praktisi dan narasumber berpengalaman, mulai dari strategi membangun konten digital, branding produk, digital marketing, optimalisasi media sosial untuk bisnis, pemanfaatan marketplace, hingga strategi membangun usaha yang berkelanjutan.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Sumedang, Dikdik Syeh Rizki, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif di Kabupaten Sumedang.
Menurutnya, kehadiran Kementerian Ekraf menjadi energi baru dalam mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
"Ekonomi kreatif kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru. Kreativitas, inovasi, dan kekayaan budaya merupakan modal utama untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah membangun Sumedang Creative Center sebagai pusat kolaborasi, ruang belajar, laboratorium inovasi, sekaligus wadah tumbuhnya berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Berbagai aktivitas telah dilaksanakan di fasilitas tersebut, mulai dari pelatihan, workshop, inkubasi bisnis, pengembangan konten digital, fasilitasi hak kekayaan intelektual, hingga ruang kolaborasi komunitas kreatif.
Dikdik menegaskan, Sumedang tengah mempersiapkan diri menjadi bagian dari Kabupaten Kreatif Indonesia melalui penguatan SDM, kelembagaan, infrastruktur, pembiayaan, pemasaran, serta perlindungan kekayaan intelektual.
Ia juga berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat terus memberikan pendampingan, baik melalui penguatan kelembagaan, inkubasi bisnis, peningkatan sarana prasarana, promosi produk kreatif, hingga penguatan transformasi digital.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang, Dede Mulyadi, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia ekonomi kreatif.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara pelaku usaha memproduksi, memasarkan, hingga membangun hubungan dengan konsumen.
"Saat ini kualitas produk saja belum cukup. Pelaku usaha harus mampu memanfaatkan media sosial, marketplace, sistem pembayaran digital, serta strategi pemasaran berbasis teknologi agar mampu bersaing di pasar yang semakin luas," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif.
Dede berharap para peserta memanfaatkan pelatihan tersebut secara maksimal sehingga mampu melahirkan pelaku ekonomi kreatif yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu memperluas akses pasar, membuka lapangan kerja, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang atas sinergi yang telah dibangun dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
Ia menyebut Sumedang Creative Center sebagai salah satu creative hub paling aktif di Indonesia karena hampir setiap hari menghadirkan berbagai kegiatan kreatif.
"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang. Sinergi dan kolaborasi yang dibangun sangat luar biasa, begitu juga antusiasme para pegiat ekonomi kreatif. Sumedang Creative Center menjadi salah satu creative hub yang paling aktif di Indonesia," ujar Dessy.
Ia juga menyampaikan salam dari Menteri Ekonomi Kreatif yang dijadwalkan hadir di Sumedang pada siang hari untuk meninjau berbagai aktivitas ekonomi kreatif di Sumedang Creative Center.
Menurut Dessy, membangun ekonomi kreatif bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga lembaga keuangan.
"Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan upaya mempersiapkan para pelaku ekonomi kreatif menghadapi persaingan nyata di era digital. Pemanfaatan teknologi digital akan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi seluruh subsektor ekonomi kreatif," katanya.
Ia pun mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing usaha masing-masing.
Mengakhiri sambutannya, Dessy Ruhati secara resmi membuka kegiatan tersebut.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif bertajuk Sumedang Go Digital secara resmi saya nyatakan dibuka," ucapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Sumedang yang mampu memanfaatkan teknologi digital, memperluas pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat posisi Sumedang sebagai salah satu daerah kreatif di Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]