WAHANANEWS.CO, Sumedanag – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IX, Dr. H. TB. Hasanuddin, menyapa sekaligus berdialog dengan peserta pelatihan UMKM di dua lokasi, yakni Dusun Babakan Regol dan Dusun Ciloa, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga:
DPR Soroti Dugaan Pengkaplingan Laut di Batam, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan
TB Hasanuddin mengatakan, pelatihan UMKM tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam rangka kegiatan penyerapan aspirasi.
“Jadi begini, ini dalam rangka penampungan aspirasi dari masyarakat melalui program MPR RI. Saya berupaya agar aspirasi itu diwujudkan dalam bentuk kegiatan, bukan hanya diskusi atau ngobrol sebelumnya,” ujar TB Hasanuddin.
Menurutnya, masyarakat menyampaikan kebutuhan terhadap pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha. Aspirasi tersebut kemudian diwujudkan melalui pelatihan UMKM, salah satunya berupa pelatihan membuat kue.
Baca Juga:
Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Banggar DPR Minta Pemerintah Waspadai Perlambatan Manufaktur dan Pertanian
“Mereka meminta untuk pelatihan UMKM. Ya sudah, aspirasinya kami tampung melalui pelatihan UMKM,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan kue.
Setelah proses pelatihan selesai, hasil olahan kemudian dinikmati bersama sebagai bagian dari kegiatan.
TB Hasanuddin juga menyampaikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman dan keterampilan, tetapi juga diberikan bahan untuk dapat melanjutkan praktik secara mandiri di rumah.
“Jadi hari ini pelatihan membuat kue. Setelah selesai mereka berlatih, hasilnya bagus, kemudian dimakan bersama-sama. Waktu pulang, mereka juga diberikan bahan,” jelasnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan, tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi juga dapat menjadi awal bagi tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah masyarakat.
Menurut TB Hasanuddin, apabila nantinya peserta mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan masuk dalam kegiatan UMKM, pihaknya juga siap memberikan dukungan sesuai kemampuan, termasuk bantuan modal dan peralatan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.
“Kalau nanti ada yang masuk dalam UMKM, kita juga siap memberikan dana berupa modal seadanya untuk bisa mengembangkan usaha, termasuk alat-alat yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia pun berharap para peserta, khususnya ibu-ibu, dapat terus meningkatkan keterampilan melalui berbagai kegiatan produktif.
“Harapannya tentu ibu-ibu terus berkembang, mengikuti kegiatan, memiliki kemampuan memasak dan sebagainya, termasuk bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari usaha,” pungkas TB Hasanuddin.
Kegiatan pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan baru bagi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan UMKM berbasis potensi masyarakat setempat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]