WAHANANEWS.CO, Sumedang - Sebanyak 100 peserta terpilih mengikuti kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang.
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, di Aula Tampomas PPS Kabupaten Sumedang, Senin (25/5/2026).
Baca Juga:
Sekda Sumedang Hadiri Peresmian SPPG Pasanggrahan Baru, Dukung Penguatan Program MBG dan Penurunan Stunting
Pelatihan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumedang itu menghadirkan sejumlah program pelatihan berbasis kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Adapun program yang dibuka meliputi Penyiapan Produk Pastry dan Kue II, Menjahit Dasar Pakaian Pria dan Wanita III, Perbaikan Minuman Kopi (Barista), Desain Grafis untuk Content Creator, serta Operator Forklift.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah perusahaan dari Kabupaten Sumedang maupun luar daerah yang turut mendukung pelaksanaan pelatihan berbasis vokasi tersebut.
Baca Juga:
324 Peserta Ikuti Seleksi Paskibraka Sumedang 2026, Hanya 56 Orang Akan Terpilih
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja melalui pelatihan berbasis unit kompetensi tahap II.
“Seluruh pelatihan ini akan diselenggarakan di BLK Kabupaten Sumedang. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga dapat mengurangi angka pengangguran serta mendorong terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah dalam penekanan dan pengentasan angka pengangguran di Kabupaten Sumedang, sejalan dengan Asta Cita atau delapan misi Pemerintah Pusat menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Taufik, rangkaian pelatihan dimulai dengan pembukaan pada 25 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 13 Juli 2026.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan sesuai jadwal dengan pemberian materi kelompok non-unit kompetensi dan kelompok unit kompetensi.
Sementara itu, Sekda Sumedang Dr. Hj. Tuti Ruswati mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi.
Dari sekitar 2.000 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya 100 peserta yang dinyatakan lolos.
“Hari ini saya mewakili Pak Bupati membuka program pelatihan bersertifikasi bagi para lulusan SMK. Ini luar biasa karena dari 2.000 pendaftar, yang lolos hanya 100 orang. Mudah-mudahan ini menjadi modal bagi anak-anak untuk meningkatkan kompetensinya,” kata Tuti.
Menurutnya, kompetensi menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja saat ini.
Dunia industri tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga tenaga kerja yang siap pakai.
“Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen terus membuka pelatihan seluas-luasnya untuk meningkatkan kompetensi masyarakat. Karena lulusan sekolah saja ternyata belum cukup memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan perusahaan agar tercipta link and match antara dunia pendidikan, pelatihan, dan industri.
Beberapa perusahaan yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya PT Gabudra, PT Litex, dan PT Kordon.
Kehadiran perusahaan tersebut dinilai penting, terutama dalam mendukung pelatihan operator forklift dan keterampilan teknis lainnya.
Tuti juga menyampaikan bahwa angka pengangguran di Kabupaten Sumedang terus mengalami penurunan setiap tahunnya.
Saat ini tingkat pengangguran berada di angka sekitar 5 persen, turun dari sebelumnya 6 persen.
“Alhamdulillah, angka pengangguran di Sumedang relatif turun sekitar satu persen. Mudah-mudahan ke depan bisa terus ditekan hingga mencapai 3 sampai 2 persen. Tentunya hal itu harus didukung program dan kegiatan pelatihan berbasis vokasi agar peserta bisa terserap dunia usaha dan dunia industri,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]