WAHANANEWS.CO, Sumedang – Sebanyak 88 peserta yang terdiri dari pelatih dan tenaga sport medis dari 44 cabang olahraga (cabor) mengikuti Pelatihan Medis Cabang Olahraga Binaan KONI Kabupaten Sumedang.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Hanjuang Hegar, Sumedang, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga:
Targetkan Beroperasi Akhir Tahun 2026, PLN, Pemerintah, dan Masyarakat Percepat Pembangunan SUTT 150 kV Palu 3–Tambu
Pelatihan ini dihadiri jajaran pengurus KONI Kabupaten Sumedang serta para peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing cabang olahraga.
Kegiatan juga menghadirkan tiga narasumber, yakni dr. Adisa Yusuf Reksoprodjo, dr. H. Rahmatullah Sidik, dan dr. Fatrika Dewi, yang memberikan materi mengenai penanganan cedera olahraga dan kesiapan medis dalam mendukung prestasi atlet.
Ketua KONI Kabupaten Sumedang, Budi Arrianto, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja KONI Kabupaten Sumedang yang telah dirancang sejak awal tahun sebagai bagian dari rangkaian persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Baca Juga:
Sengketa Tanah di Komplek Sentrum, PN Sidikalang Gelar Sidang Lapangan
"Program ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah kami laksanakan sejak Februari. Awalnya kami menggelar berbagai agenda pembinaan, termasuk pelatihan pelatih rugby karena Sumedang mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan yang ditugaskan KONI Jawa Barat. Setelah pelatihan pelatih selesai, hari ini kami melaksanakan pelatihan bagi tenaga medis cabang olahraga," ujar Budi.
Menurutnya, keberadaan tenaga medis memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung prestasi atlet, meski sering kali luput dari perhatian publik.
"Ketika seorang atlet naik podium menerima medali dan lagu Indonesia Raya berkumandang, perhatian biasanya tertuju kepada atlet dan pelatih. Padahal ada sosok pahlawan yang jarang terlihat, yakni tenaga medis. Mereka memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga kondisi atlet hingga mampu meraih prestasi," katanya.
Budi menjelaskan, pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan penanganan pertama terhadap cedera olahraga.
Menurutnya, penanganan awal menjadi faktor yang sangat menentukan proses pemulihan atlet.
"Penanganan pertama terhadap cedera adalah hal yang paling menentukan. Setelah atlet dibawa ke rumah sakit tentu sudah ada dokter yang menangani lebih lanjut. Namun, tindakan awal justru dilakukan oleh tenaga medis yang berada di masing-masing cabang olahraga. Karena itu kami memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kompetensi mereka," ungkapnya.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang hampir mencapai 100 persen kehadiran.
Budi berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi seluruh tenaga medis cabang olahraga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada atlet, khususnya menjelang Porprov Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
"Dengan pelatihan ini kami berharap seluruh tenaga medis memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik sehingga dapat memberikan penanganan cepat dan tepat apabila terjadi cedera saat latihan maupun pertandingan. Semoga ini menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan atlet Sumedang dalam meraih prestasi di Porprov Jawa Barat 2026," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]