WAHANANEWS, Sumedang – Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir memberikan sambutan sekaligus pengarahan kepada para finalis Mojang Jajaka Sumedang Tahun 2026 dalam kegiatan karantina yang berlangsung di Gedung Sumedang Creative Centre, Rabu (15/7/2026).
Dalam arahannya, Bupati mengajak seluruh finalis untuk mensyukuri kesempatan yang telah diberikan karena tidak semua generasi muda memperoleh peluang menjadi bagian dari ajang Mojang Jajaka Sumedang.
Baca Juga:
Erick Thohir Ungkap Tiga Ancaman Serius bagi Generasi Muda, Kemenpora Perkuat Program Kepemudaan
"Adik-adik harus bersyukur karena telah diberikan kesempatan dan kepercayaan menjadi finalis Mojang Jajaka Sumedang. Dari sekitar 1,2 juta penduduk Kabupaten Sumedang, hanya sekitar 30 orang yang terpilih menjadi finalis. Ini merupakan kesempatan yang sangat istimewa," ujar Dony.
Menurutnya, rasa syukur menjadi modal penting dalam menjalani seluruh rangkaian karantina.
Dengan bersyukur, seseorang akan memiliki hati yang tenang, nyaman, dan mampu mengikuti setiap proses pembelajaran dengan maksimal.
Baca Juga:
"Narkoba Digital", Racun Modern yang Merampas Masa Depan Generasi Muda
Bupati menjelaskan, karantina Mojang Jajaka bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan menjadi wadah pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas diri.
"Manfaatkan kegiatan ini sebagai sarana menimba ilmu. Di sini adik-adik akan memperoleh banyak pengetahuan baru yang sebelumnya mungkin belum diketahui. Pengetahuan itu akan menjadi bekal dalam menjalankan peran sebagai duta generasi muda Kabupaten Sumedang," katanya.
Selain menambah wawasan, lanjut Dony, proses karantina juga menjadi tempat membangun karakter, akhlak, serta sikap kepemimpinan para finalis.
"Di sini pola pikir, pola sikap, dan pola tindak akan ditempa. Mojang Jajaka harus menjadi role model, figur yang mampu memberikan inspirasi dan teladan bagi masyarakat, khususnya generasi muda," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dony juga menekankan pentingnya membangun karakter positif yang dimulai dari hati.
Ia menjelaskan konsep positive feeling, positive thinking, positive saying, dan positive acting sebagai fondasi pembentukan karakter seseorang.
"Berawal dari hati yang positif akan melahirkan pikiran yang positif. Pikiran positif akan menghasilkan ucapan yang positif, kemudian diwujudkan dalam tindakan yang positif. Jika dilakukan secara konsisten, tindakan positif akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan itulah yang membentuk karakter serta jati diri seseorang," jelasnya.
Menurut Bupati, karakter yang baik akan menjadi pembeda seseorang sekaligus menentukan masa depan.
"Karakter adalah jati diri kita. Karakter yang kuat dan positif akan membawa seseorang pada masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Dony juga mengingatkan bahwa setiap orang harus mampu mengendalikan dirinya sendiri. Pengendalian diri, katanya, merupakan kunci dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
"Kendali ada pada diri kita sendiri. Mau rajin atau malas, mau semangat atau menyerah, mau bersikap positif atau negatif, semuanya ditentukan oleh diri kita. Jangan mudah menyalahkan orang lain sebelum melakukan evaluasi terhadap diri sendiri," tegasnya.
Ia menambahkan, setiap orang pasti memiliki persoalan hidup. Namun yang terpenting adalah bagaimana menyikapi setiap kondisi dengan bijaksana.
"Setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Yang membedakan adalah cara kita memaknainya. Hadapi setiap kondisi dengan tenang, berpikir positif, dan jangan mudah dikuasai emosi. Respon yang baik akan menghasilkan solusi yang baik pula," pesannya.
Di akhir arahannya, Bupati berharap seluruh finalis Mojang Jajaka Sumedang 2026 mampu memanfaatkan masa karantina sebagai proses pembelajaran yang berharga sehingga nantinya tampil sebagai duta daerah yang berkarakter, berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Sumedang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]