“Peringatan HUT IGTKI bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk mengingat kembali amanah yang dititipkan kepada para pendidik anak usia dini. Anak-anak adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga, dibimbing, dan dididik dengan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Menurutnya, guru TK memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengembangkan potensi anak melalui pendidikan yang berlandaskan nilai agama, budaya, dan karakter.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Noemuke, 149 KK Kini Nikmati Terang dan Peluang Baru
Ia menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sumedang bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu agama, budaya, dan pendidikan karakter.
Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini menjadi fondasi yang sangat menentukan masa depan bangsa.
“Bagaimana wajah bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana anak-anak di didik hari ini. IGTKI-PGRI memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kasih sayang, karakter, dan budaya kepada generasi penerus sejak usia dini,” katanya.
Baca Juga:
Menteri Kunjungan di Dairi, Puluhan Papan Bunga Tolak Tambang Dibersihkan
Dian Sukmara juga mengingatkan pentingnya menjaga fitrah anak sebagai amanah yang harus dipelihara dengan penuh cinta dan tanggung jawab.
“Jaga pendengaran mereka, jaga penglihatan mereka, jaga hati mereka. Pelihara fitrah anak-anak dengan kasih sayang dan pendidikan yang baik, karena dari merekalah masa depan bangsa akan dibangun,” pungkasnya.
Peringatan Dirgahayu ke-76 IGTKI-PGRI Kabupaten Sumedang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini demi terwujudnya generasi Indonesia yang unggul dan berkarakter.