WAHANANEWS.CO, Sumedang - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Sumedang sejak Jumat (23/01/2026) pagi hingga malam hari, kembali berlanjut pada Sabtu (24/01/2026) disertai angin kencang.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan terjadinya longsor Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Pasirsoka, Desa Kebonkalapa, Kecamatan Cisarua.
Baca Juga:
Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, 45 RT dan 22 Ruas Jalan Terendam
Camat Cisarua Lilis Budiani, saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp ketika berada di lokasi kejadian, Sabtu (24/01/2026), menyampaikan laporan hasil asesmen sementara kejadian longsor tersebut.
“Kami sampaikan laporan hasil asesmen kejadian longsor TPT lingkungan di Dusun Pasirsoka RT 01 RW 01 Desa Kebonkalapa, Kecamatan Cisarua,” ujarnya.
Berdasarkan laporan, peristiwa longsor terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026 sekitar pukul 17.45 WIB, akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Pasirsoka.
Baca Juga:
Hujan Deras Picu Banjir Besar di Gaza, 1,5 Juta Pengungsi Terancam Tanpa Tempat Tinggal
Diduga, air hujan meresap melalui retakan pada TPT sehingga memicu aliran air ke area sekitar dan menyebabkan longsoran tanah.
Longsoran tanah tercatat memiliki panjang sekitar 10 meter dengan ketinggian 5 meter.
Lokasi longsor berada dalam kondisi aman waspada, dengan jarak sekitar 2 meter dari ruas jalan utama serta dekat dengan bangunan milik warga bernama Agus (40) yang dihuni oleh satu keluarga dengan empat anggota keluarga.
Camat Cisarua memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan infrastruktur berupa TPT lingkungan tidak dapat dihindari.
Taksiran kerugian materiil diperkirakan mencapai ± Rp30 juta.
Camat Cisarua meninjau lokasi longsor TPT lingkungan di Dusun Pasirsoka RT 01 RW 01 Desa Kebonkalapa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.
Adapun langkah penanggulangan sementara yang telah dilakukan di antaranya, Pembersihan dan pemberesan material longsoran, Identifikasi rekahan tanah yang berpotensi menimbulkan longsor susulan.
Dalam penanganan kejadian tersebut, unsur yang terlibat meliputi petugas piket Kecamatan Cisarua, Pemerintah Desa Kebonkalapa, serta masyarakat setempat.
Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan berpotensi memicu bencana susulan.
“Laporan perkembangan situasi akan segera kami sampaikan apabila terdapat perubahan kondisi di lapangan,” pungkas Lilis Budiman.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]