WAHANANEWS.CO, Sumedang – Komunitas dan Penghobi Layangan Kabupaten Sumedang menggelar Kejuaraan Aduan Layangan Antar Pelajar Se-Kabupaten Sumedang memperebutkan Piala Kadistik, yang berlangsung di Arena Pacuan Kuda Sumedang, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang menjadi ajang mengisi masa liburan sekolah tersebut dibuka oleh Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Enjang Supriadi, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Bantah Defisit, Arief Rahman Hakim Optimis PAD 2026 Tembus 90 Persen
Acara juga dihadiri Sekretaris DPRD Kabupaten Sumedang beserta para peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang.
Ketua Penyelenggara, Rikhalmi Kadrial atau yang akrab disapa Iko, mengatakan kejuaraan ini digelar sebagai wadah positif bagi para pelajar untuk mengisi waktu libur sekolah sekaligus melestarikan permainan tradisional.
"Ini untuk mengisi liburan pelajar. Karena itu kami mengadakan Lomba Aduan Layangan khusus pelajar se-Kabupaten Sumedang memperebutkan Piala Kadistik," ujar Iko.
Baca Juga:
LGBT Jadi Ancaman, H Edi Ajak Masyarakat Jaga Wilayah dan Sosialisasikan Perda
Ia menjelaskan, kejuaraan tersebut diikuti 128 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Sumedang dengan rentang usia mulai dari 6 tahun hingga 18 tahun.
Menurutnya, panitia telah menetapkan aturan teknis agar pertandingan berlangsung adil.
Layangan yang digunakan berukuran 95 sentimeter, sementara panjang benang diatur oleh panitia agar seluruh layangan diterbangkan pada ketinggian yang sama.
Adapun gelasan dan layangan disiapkan masing-masing peserta.
Iko juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya bermain layangan secara aman.
"Kami terus mengingatkan agar bermain layangan dilakukan di tempat yang aman, jauh dari jalan raya dan jaringan listrik sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun mengganggu fasilitas umum," katanya.
Iko mengungkapkan, dirinya telah beberapa kali menggelar kegiatan serupa.
Bahkan pada tahun 2016 pernah menyelenggarakan kejuaraan layangan tingkat nasional di Kiara Payung yang diikuti peserta dari berbagai daerah, seperti Palembang, Surabaya, dan sejumlah kota di Jawa Timur.
Ke depan, pihaknya berharap dapat kembali menggelar kejuaraan tingkat nasional dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
"Mudah-mudahan ke depan, jika mendapat dukungan dari Bupati dan pemerintah daerah, kami ingin kembali mengadakan event nasional di Sumedang," ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap olahraga tradisional.
"Harapan kami, anak-anak bisa terus membudayakan olahraga tradisional layang-layang dan tidak selalu terpaku pada gadget," tambahnya.
Sementara itu, Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Enjang Supriadi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Komunitas dan Penghobi Layangan Kabupaten Sumedang yang telah menyelenggarakan kegiatan positif bagi para pelajar.
"Kami mewakili pimpinan Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Kejuaraan Aduan Layangan ini. Kegiatan ini sangat positif dalam mengisi masa liburan pelajar menjelang tahun ajaran baru," katanya.
Menurut Enjang, permainan layangan merupakan bagian dari budaya dan kenangan masa kecil yang perlu terus dilestarikan melalui kegiatan yang aman, tertib, dan terorganisasi.
Ia juga mengapresiasi pemilihan lokasi di Arena Pacuan Kuda Sumedang yang dinilai aman karena jauh dari jalan raya maupun jaringan listrik.
"Kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Bermain layangan harus dilakukan di tempat yang aman sehingga tidak membahayakan masyarakat maupun pengguna jalan," ujarnya.
Lebih lanjut, Enjang berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bagi pelajar untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.
"Ini merupakan salah satu media positif bagi anak-anak untuk menyalurkan hobi, berinteraksi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gadget," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]