WAHANANEWS.CO, Sumedang - Pemerintah Kabupaten Sumedang memberikan insentif kepada ribuan kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Penyerahan insentif tersebut dilakukan secara simbolis dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Pendampingan Ibu Hamil yang digelar di Aula Tampomas PPS, Senin (09/03/2026).
Baca Juga:
Apresiasi Nasional: Saifullah Yusuf Puji Capaian UHC Kabupaten Karawang, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang H. Dikdik Sadikin, bersama para kader Posyandu dari seluruh wilayah Kabupaten Sumedang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, H. Dikdik Sadikin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu agar mampu menjalankan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih optimal.
“Hari ini kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu se-Kabupaten Sumedang, dan pada kesempatan ini juga Pak Bupati memberikan secara simbolis insentif bagi para kader Posyandu,” ujarnya.
Baca Juga:
Indikator Makro 2026 Menguat: Ekonomi Kabupaten Karawang Stabil, Pengangguran dan Kemiskinan Turun Signifikan
Menurutnya, terdapat sekitar 9.865 kader Posyandu di Kabupaten Sumedang yang akan menerima insentif dari pemerintah daerah.
Setiap kader mendapatkan Rp100.000, sehingga total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp986,5 juta.
Ia menjelaskan, pemberian insentif tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah yang telah dianggarkan sesuai dengan RPJMD serta visi dan misi Bupati Sumedang.
“Memang jika dilihat dari sisi nominal mungkin tidak besar, tetapi ini adalah bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang kepada para kader yang selama ini telah bekerja dengan tulus sebagai pahlawan kesehatan,” katanya.
Dikdik menambahkan, para kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program kesehatan masyarakat, mulai dari pemantauan ibu hamil hingga tumbuh kembang anak.
Ke depan, Posyandu juga akan menjalankan integrasi layanan primer, sehingga pelayanan tidak hanya terbatas pada penimbangan balita.
“Ke depan pelayanan di Posyandu tidak hanya mencatat dan menimbang, tetapi mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif hingga lansia. Karena itu kader perlu terus meningkatkan kapasitasnya,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kader Posyandu yang disebutnya sebagai pahlawan kesehatan di tengah masyarakat.
“Saya sering menyebut mereka sebagai pahlawan kesehatan. Selain tenaga medis, para ibu kader Posyandu di Kabupaten Sumedang adalah orang-orang yang bekerja dengan ikhlas, mendatangi rumah ke rumah, dari balita ke balita, dari ibu hamil ke ibu hamil, untuk memastikan generasi Sumedang sehat,” ujar Bupati.
Menurutnya, kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam mendeteksi dini stunting, memantau status gizi anak, serta memastikan program imunisasi berjalan dengan baik.
“Kalau kita ingin melihat masa depan Sumedang, lihatlah anak-anak kita hari ini. Anak-anak yang sehat, kuat, dan cerdas. Di balik itu semua ada peran kader Posyandu,” katanya.
Bupati juga menekankan bahwa pengabdian para kader sangat besar bagi masa depan daerah.
Oleh karena itu, ia meminta para kader terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan dan kerja sama dengan dinas kesehatan serta puskesmas.
Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan bahwa insentif yang diberikan tidak sebanding dengan pengabdian para kader, namun merupakan bentuk penghargaan dan rasa hormat pemerintah kepada mereka.
“Insentif ini tentu nilainya tidak sebanding dengan pengabdian ibu-ibu semua. Tapi ini adalah bentuk penghargaan dan rasa hormat kami kepada para kader Posyandu. Mudah-mudahan ke depan semangat pengabdian ini semakin meningkat,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]