WAHANANEWS.CO, Sumedang - Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Sumedang, H. Sohibin, menyampaikan hasil rapat koordinasi dan sosialisasi kesiapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) bagi jamaah haji Kloter 29 KJT yang digelar usai salat Subuh, Sabtu (24/05/2026) pukul 05.15 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kegiatan tersebut diikuti para petugas haji dan ketua rombongan (Karom) sebagai bagian dari persiapan teknis pemberangkatan jamaah menuju puncak ibadah haji.
Baca Juga:
107 Jamaah Haji Asal Tapteng Tiba di Tanah Air, 1 Meninggal di Madinah
“Alhamdulillah, hari ini kami telah melaksanakan rapat koordinasi sekaligus sosialisasi terkait kesiapan Armuzna dan manajemen pemberangkatan jamaah haji Kloter 29 KJT,” ujar H. Sohibin.
Ia menjelaskan, Kloter 29 KJT terdiri dari jamaah asal Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.
Jamaah Berangkat dari Markaz Dhiyafah 56
Baca Juga:
Wamenkeu Anggito Tinjau Kesiapan Layanan di Bandara Soekarno-Hatta Jelang Kepulangan Jamaah Haji
Dalam rakor tersebut, petugas menyampaikan bahwa jamaah Kloter 29 KJT berada di Markaz Dhiyafah 56 dan dijadwalkan berangkat dari hotel menuju Arafah pada Minggu, 25 Mei 2026.
“Pemberangkatan dari hotel ke Arafah direncanakan pada trip kedua sekitar pukul 11.30 sampai 16.00 waktu Arab Saudi,” katanya.
Sementara perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah dijadwalkan pada trip kelima sekitar pukul 23.00 hingga 24.00 WAS.
Kemudian perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina direncanakan pada trip kelima sekitar pukul 03.30 hingga 04.30 WAS.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu kepastian dari syarikah terkait jadwal final keberangkatan jamaah.
Jamaah Nafar Awal dan Nafar Tsani
H. Sohibin juga menjelaskan bahwa jamaah Kloter 29 KJT terbagi dalam dua kelompok, yakni Nafar Awal dan Nafar Tsani.
“Jumlah jamaah yang mengikuti Nafar Awal sebanyak 200 orang, sedangkan Nafar Tsani sebanyak 240 jamaah,” jelasnya.
Untuk penjemputan jamaah Nafar Awal direncanakan pada 12 Dzulhijjah sekitar pukul 11.00 hingga 14.00 WAS. Sedangkan jamaah Nafar Tsani dijadwalkan pada 13 Dzulhijjah dengan waktu yang sama.
Petugas pendamping pun telah dibagi menjadi dua kelompok untuk mendampingi masing-masing jamaah Nafar Awal dan Nafar Tsani.
Selain itu, pelaksanaan tawaf ifadhoh akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan jamaah.
“Kami memberikan kesempatan kepada jamaah untuk melaksanakan tawaf ifadhoh sesuai kondisi kesehatan masing-masing. Namun diharapkan bisa dilaksanakan lebih cepat ketika kondisi jamaah sudah sehat,” ujarnya.
Total Jamaah Kloter 29 KJT Sebanyak 441 Orang
Menurut H. Sohibin, total jamaah Kloter 29 KJT berjumlah 441 orang yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Jamaah tersebut menempati dua hotel, yakni Hotel 803 dan Hotel 908.
Pembagian Tenda di Arafah
Dalam sosialisasi tersebut juga dibahas pembagian tenda di Arafah. Tahun ini terdapat kebijakan pemisahan tenda laki-laki dan perempuan.
“Untuk Kloter 29 KJT tersedia empat tenda dengan penempatan terpisah antara jamaah laki-laki dan perempuan,” katanya.
Adapun pembagiannya sebagai berikut:
- Tenda nomor 10 kapasitas 143 orang untuk jamaah laki-laki asal Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung Barat.
- Tenda nomor 12 kapasitas 74 orang untuk jamaah perempuan asal Kabupaten Bandung Barat dan Majalengka.
- Tenda nomor 8 kapasitas 66 orang untuk jamaah laki-laki asal Sumedang dan Majalengka, bersama sebagian jamaah dari Aceh.
- Tenda nomor 19 kapasitas 160 orang untuk jamaah perempuan asal Tasikmalaya, Sumedang, dan Kota Tasikmalaya.
Petugas Pelaksana Wukuf Dibagi Dua Tim
Petugas pelaksana wukuf juga telah dibentuk menjadi dua tim untuk mendukung kelancaran ibadah jamaah di masing-masing tenda.
Tim pertama bertugas di tenda 19 dengan susunan:
- Khutbah dan MC: H. Arif
- Imam: H. Sohibin
- Muadzin: H. Alan
- Doa dan muhasabah: H. Yahya dan H. Irfan
Sedangkan tim kedua bertugas di tenda 10 dengan susunan:
- Khatib: K.H. Acep atau Abuya
- Muadzin: Ustaz Darmawan
- Imam: K.H. Asep Fuad
Doa dan muhasabah: K.H. Ade Tahqiq dan K.H. Deden
Selain itu, petugas juga menyiapkan koordinator tenda untuk membantu pengaturan konsumsi dan kebutuhan jamaah selama di Armuzna.
Pembagian Tenda Jamaah di Mina
Untuk penempatan jamaah di Mina, Kloter 29 KJT dibagi ke dalam tiga tenda utama, yaitu:
- Tenda nomor 12 diisi jamaah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.
- Tenda nomor 11 diisi jamaah Sumedang dan Majalengka.
- Tenda nomor 9 diisi jamaah Kabupaten Bandung Barat.
Dalam setiap tenda, jamaah laki-laki dan perempuan tetap dipisahkan menggunakan sekat atau hijab.
Tim Kesehatan Bagikan Oralit untuk Jamaah
Sebelum kegiatan rakor ditutup, tim kesehatan turut memberikan sosialisasi kesehatan kepada seluruh ketua rombongan.
Petugas kesehatan membagikan tambahan oralit kepada setiap jamaah melalui ketua regu dan ketua rombongan sebagai upaya menjaga kondisi fisik selama pelaksanaan Armuzna.
“Masing-masing jamaah mendapatkan enam bungkus oralit untuk kebutuhan selama enam hari pelaksanaan Armuzna agar kondisi fisik tetap terjaga,” ungkapnya.
Di akhir keterangannya, H. Sohibin berharap seluruh jamaah haji, khususnya Kloter 29 KJT, diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Kami memohon doa agar seluruh jamaah haji, khususnya dari Sumedang dan umumnya Kloter 29 KJT, dapat melaksanakan wukuf di Arafah, menuju Muzdalifah dan Mina, hingga tawaf ifadhoh dengan sehat, lancar, dan sempurna. Semoga Allah memberikan kemudahan dan keberhasilan dalam ibadah hajinya,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]