WAHANANEWS.CO, Sumedang – MGMP Pendidikan Pancasila Sumedang Gelar Workshop Penguatan Kompetensi Guru Berbasis E-Platform Civic Crowdfunding
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila Kabupaten Sumedang menggelar workshop bertema "Penguatan Kompetensi Guru Melalui Gerakan Sosial-Kultural Berbasis E-Platform Civic Crowdfunding dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila" di Aula Tampomas PPS Kabupaten Sumedang, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga:
FKUB Sumedang Ajak Tokoh Agama Perkuat Persatuan dan Toleransi
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung bekerja sama dengan MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Sumedang.
Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dani Setiawan, serta menghadirkan narasumber dari UPI Bandung, pengawas MGMP Pendidikan Pancasila, dan diikuti 60 guru Pendidikan Pancasila jenjang SMP se-Kabupaten Sumedang.
Ketua MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Sumedang, Okie Gerit, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pemanfaatan e-platform civic crowdfunding sebagai inovasi pembelajaran yang mampu menghubungkan materi Pendidikan Pancasila dengan kehidupan nyata peserta didik.
Baca Juga:
Dinas Kesehatan Sumedang Gelar Workshop Revitalisasi TGC
"Ini merupakan kegiatan PKM dari UPI kepada MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Sumedang jenjang SMP. Tujuannya mengenalkan e-platform civic crowdfunding sebagai teknologi pembelajaran agar Pendidikan Pancasila menjadi lebih menarik, inovatif, dan relevan dengan kehidupan nyata," ujarnya.
Ia menjelaskan, workshop menghadirkan sejumlah akademisi dari UPI, termasuk dua profesor, serta narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Peserta berasal dari empat wilayah MGMP SMP di Kabupaten Sumedang dengan total sebanyak 60 guru.
Menurut Okie, melalui kegiatan tersebut diharapkan kompetensi guru Pendidikan Pancasila semakin meningkat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, kontekstual, serta mampu membangun karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Pancasila.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dani Setiawan, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
"Dinas Pendidikan menyampaikan terima kasih kepada UPI dan MGMP Pendidikan Pancasila yang telah menggagas kegiatan peningkatan kompetensi guru ini. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumedang," katanya.
Dani menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan memiliki dua tugas utama, yaitu meningkatkan pemerataan akses pendidikan serta meningkatkan mutu pendidikan.
Indikator keberhasilannya diukur melalui meningkatnya angka partisipasi sekolah serta capaian literasi, numerasi, dan karakter peserta didik.
Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan, terdapat delapan dimensi kompetensi lulusan yang harus dicapai, dengan tiga fokus utama, yakni membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia, memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila, dan memiliki kemampuan literasi serta numerasi yang baik.
Menurutnya, guru Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin kompleks.
"Kami berharap Bapak dan Ibu guru dapat memanfaatkan workshop ini untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan pembelajaran. Kemitraan antara UPI dan MGMP ini menjadi langkah positif dalam memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Sumedang," ujarnya.
Melalui workshop tersebut, para peserta mendapatkan penguatan konsep sekaligus praktik pemanfaatan teknologi digital berbasis civic crowdfunding sebagai media pembelajaran yang mendorong partisipasi sosial, kolaborasi, serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta sesi praktik yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi para guru dalam mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih adaptif, kreatif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]