WAHANANEWS.CO, Sumedang - Pengurus Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Sumedang Periode 2026-2029 resmi dilantik dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan silaturahmi unit Persadia se-Kabupaten Sumedang.
Acara berlangsung di Ruang Rapat OK Lantai 2 RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang, Sabtu (13/6/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, bersama jajaran Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, serta anggota Persadia dari berbagai wilayah.
Baca Juga:
Kemenkes Temukan Satu dari Empat Remaja Alami Anemia dalam Program CKG Sekolah
Ketua Panitia, dr. Esa Putri Azahra, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelantikan pengurus Persadia Cabang Sumedang periode 2026-2029 bertujuan untuk meningkatkan dan memajukan organisasi agar terus memberikan manfaat bagi para penyandang diabetes serta masyarakat Kabupaten Sumedang secara umum.
"Melalui kepengurusan yang baru, kami berharap Persadia dapat semakin berperan aktif dalam mendukung upaya pencegahan, pengendalian, serta edukasi terkait diabetes di Kabupaten Sumedang," ujarnya.
Menurut dr. Esa, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 45 peserta dari unit-unit Persadia di Kabupaten Sumedang serta tiga perwakilan Persadia Wilayah Jawa Barat.
Baca Juga:
Kemenkes Tetapkan Pangkep sebagai Role Model Cek Kesehatan Gratis di Wilayah Kepulauan
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara.
"Kami berharap dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak terus terjalin selama empat tahun ke depan agar Persadia dapat semakin berkembang dan mampu membentuk unit-unit baru di rumah sakit maupun puskesmas yang belum memiliki komunitas Persadia," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Surdi Sudiana, menegaskan bahwa diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang menjadi prioritas penanganan karena sering disebut sebagai silent killer.
"Diabetes tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi membutuhkan komitmen edukasi seumur hidup, perubahan pola hidup sehat, deteksi dini, serta kepatuhan dalam pengelolaannya. Kehadiran Persadia menjadi sangat penting sebagai wadah edukasi, pendampingan, dan dukungan bagi para diabetesi serta keluarganya," ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani penyakit tidak menular.
Karena itu, kolaborasi antara Persadia, Dinas Kesehatan, 35 puskesmas, rumah sakit, klinik, kader kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pengendalian diabetes di Kabupaten Sumedang.
"Persadia bukan sekadar organisasi, tetapi rumah bagi para penyandang diabetes. Kami berharap seluruh unit Persadia yang ada di puskesmas, klinik maupun rumah sakit dapat terus berkoordinasi dan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Surdi juga mengajak seluruh pihak untuk mengimplementasikan filosofi "Sumedang Nyaah Ka Indung", dengan menghadirkan program kesehatan yang nyata, menyentuh langsung masyarakat, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh warga.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Persadia yang dilantik dan berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
"Amanah yang diemban hari ini bukan hanya sebagai organisasi sosial kesehatan, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit diabetes," ujarnya.
Sekda menyoroti pentingnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini terus digencarkan pemerintah daerah.
Menurutnya, capaian program tersebut telah mendekati 60 persen dan perlu terus ditingkatkan oleh seluruh puskesmas di Kabupaten Sumedang.
Namun demikian, ia menekankan bahwa yang lebih penting bukan sekadar pencapaian angka pemeriksaan kesehatan, melainkan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut.
"Setelah dilakukan cek kesehatan gratis, harus ada pemetaan penyakit yang dominan di setiap wilayah. Dengan demikian, langkah promotif dan preventif dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran," katanya.
Tuti menjelaskan bahwa diabetes merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan perhatian serius karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat.
Oleh sebab itu, edukasi kesehatan, perubahan pola hidup sehat, dan upaya pencegahan harus menjadi gerakan bersama sebagaimana penanganan stunting yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
"Diabetes tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Semua harus bergandengan tangan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi, hingga masyarakat. Persadia memiliki peran strategis untuk menyatukan seluruh kekuatan tersebut," ungkapnya.
Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Sumedang yang telah berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Menurutnya, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang pada sektor kesehatan yang terus meningkat merupakan hasil kerja bersama seluruh insan kesehatan.
"Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas kesehatan masyarakatnya. Karena itu keberadaan Persadia menjadi sangat penting dalam mendukung pembangunan manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing," tandasnya.
Pelantikan pengurus Persadia Cabang Sumedang periode 2026-2029 tersebut menetapkan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan dr. Ari Seno.
Diharapkan, kepengurusan yang baru mampu memperkuat peran Persadia dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian diabetes di Kabupaten Sumedang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]