WAHANANEWS.CO, Sumedang - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Sumedang menyalurkan bantuan obat-obatan untuk mendukung kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah Desa Pasir Biru Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), serta memperkuat kehadiran perusahaan di tengah masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.
Baca Juga:
Data Center Tumbuh di Tangsel, PLN Pastikan Keandalan Sistem untuk Dukung Investasi Digital
Manager PLN UP3 Sumedang, Ramdani Agustityansah menerangkan, dukungan YBM PLN pada kegiatan tersebut bersumber dari dana zakat penghasilan pegawai PLN yang dihimpun secara amanah dan dikelola untuk berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.
"Melalui penyaluran bantuan ini, PLN berharap akses layanan kesehatan bagi masyarakat dapat semakin terbuka, khususnya bagi warga yang membutuhkan," ujarnya dalam sambutan penyerahan bantuan, Kamis (21/5/2026).
Selain itu, lanjut Ramdani, ia menekankan tentang pentingnya sinergi antara kesehatan masyarakat dan ruang lingkungan yang aman.
Baca Juga:
PLN Perkuat Listrik Simeulue dengan Mesin 2 MW, ALPERKLINAS: Fondasi Baru bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Tak hanya itu, Ramdani juga turut memanfaatkan momentum tersebut untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) di lingkungan masyarakat.
“Melalui YBM PLN, kami ingin memastikan bahwa manfaat dari zakat penghasilan pegawai dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui dukungan pada kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini," katanya.
"Kami juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keselamatan di lingkungan sekitar, khususnya yang berkaitan dengan ketenagalistrikan," sambung Ramdani.
Ramdani berharap, apabila terdapat pohon produktif di sekitar tempat tinggal, namun berada sangat dekat dengan jaringan listrik, agar diberikan izin untuk dipangkas sebagian sesuai dengan jarak aman kurang lebih 3 meter.
"Lalu untuk anak-anak agar diingatkan untuk tidak bermain layang-layang apabila di sekitarnya terdapat jaringan listrik. Akan sangat membahayakan apabila benang layang-layang tersangkut jaringan listrik dan akan mengakibatkan padam yang meluas," paparnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo menegaskan bahwa PLN memandang tanggung jawab sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari peran perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
"PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi sosial yang nyata melalui berbagai program kemanusiaan dan lingkungan," terangnya.
Sugeng berharap, semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sehingga keberadaan PLN tidak hanya dirasakan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hadir, peduli, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup bersama.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]