WAHANANEWS.CO, Sumedang - Guna membangun kesadaran akan keselamatan ketenagalistrikan sejak usia dini, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumedang menggelar program sosialisasi ke SD Cikeruh II , Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor.
Diketahui, kegiatan edukatif tersebut berfokus pada pengenalan manfaat dan bahaya listrik, dengan sorotan utama mengimbau anak-anak agar selalu berhati-hati saat bermain layang-layang.
Baca Juga:
Perkuat Infrastruktur Digital, PLN Listriki Data Center Digital Edge Indonesia hingga 2x725 MVA
Manager PLN UP3 Sumedang, Ramdani Agustiyansah menerangkan, dalam sosialisasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan tersebut, petugas PLN memberikan pemahaman emosional dan visual kepada para siswa mengenai risiko besar bermain layang-layang di dekat tiang maupun kabel jaringan listrik.
"Anak-anak juga diberikan pemahaman tegas bahwa mereka sama sekali tidak boleh mencoba mengambil sendiri layang-layang yang tersangkut pada instalasi listrik," ujarnya, Rabu (10/6/2026) kemarin.
Ramdani juga menyampaikan, masa anak-anak adalah fase terbaik untuk menanamkan budaya keselamatan (safety culture) agar melekat hingga mereka dewasa.
Baca Juga:
PLN Mobile Hadirkan Kemudahan Akses SPKLU bagi Pengguna Kendaraan Listrik
"Listrik memiliki manfaat yang luar biasa untuk belajar dan bermain, namun jika tidak berhati-hati, ada bahaya besar yang mengintai," ungkapnya.
Melalui sosialisasi tersebut, lanjut Ramdani, PLN ingin anak-anak di sekolah dasar paham bahwa bermain layang-layang harus di lapangan terbuka, jauh dari jaringan listrik.
"Kami juga menekankan, jika layang-layang tersangkut di kabel atau tiang listrik, jangan sekali-kali diambil sendiri menggunakan galah atau memanjatnya, karena sangat berbahaya dan rawan menyebabkan sengatan listrik. Segera laporkan kepada orang tua atau guru agar diteruskan ke PLN," paparnya.
Selain edukasi keselamatan fisik, para siswa juga diajarkan cara-cara sederhana dan bijak dalam menggunakan listrik di rumah, seperti tidak menyentuh sakelar saat tangan basah dan mematikan perangkat elektronik dan mencabut dari sumber listrik apabila tidak digunakan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa program PLN mengajar atau sosialisasi ke sekolah-sekolah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang aman dari risiko kecelakaan listrik.
"Mengenalkan manfaat dan bahaya listrik sejak dini adalah langkah strategis PLN untuk membudayakan keselamatan serta kesadaran untuk bijak dalam berlistrik pada generasi penerus bangsa," kata Sugeng.
"Kami ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitarnya," sambungnya.
Dengan sinergi bersama pihak sekolah, lanjut Sugeng, PLN berharap informasi ini dapat menyebar luas, sehingga kasus gangguan pasokan listrik akibat layang-layang maupun kecelakaan akibat tersengat listrik pada anak dapat dicegah bersama-sama.
Edukasi yang berlangsung ceria ini ditutup dengan sesi tanya jawab berhadiah menarik dari PLN serta pengenalan aplikasi PLN Mobile sebagai solusi digital jika pihak sekolah maupun orang tua siswa membutuhkan layanan dari PLN.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]