WAHANANEWS.CO, Sumedang - PLN UP3 Sumedang melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN kembali menunjukkan perannya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas akses pendidikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM serta bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Baca Juga:
Wujud Kepedulian dan Berbagi di Bulan Ramadan, PLN Sumedang Hadirkan Listrik Gratis Bagi Masyarakat Kurang Mampu
Pada kesempatan tersebut, bantuan modal usaha disalurkan kepada Tarso, pelaku usaha bawang goreng rumahan yang berdomisili di Perum Villa Mutiara, Desa Cimanggung, Kecamatan Tanjungsari.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha yang telah dijalankannya agar semakin produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, bantuan biaya pendidikan diberikan kepada Fajar Surya Nurhadi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di STAI Sebelas April Sumedang, untuk membantu pelunasan biaya pendidikannya.
Baca Juga:
PLN Sumedang: Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen di Bulan Ramadan, Wujudkan Kenyamanan Ibadah dan Aktivitas Pelanggan
Keduanya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan oleh PLN, yang dinilai sangat membantu dalam meringankan beban ekonomi sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, yang secara langsung menyerahkan bantuan tersebut, menegaskan bahwa PLN akan terus berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
”Bantuan yang disampaikan pada hari ini adalah bentuk kepedulian PLN kepada seluruh masyarakat. Modal usaha yang diberikan semoga bisa membantu mendorong peningkatan kegiatan usahanya, harapannya dengan usaha yang berjalan dengan lancar akan mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga. Lalu biaya pendidikan adalah upaya PLN memberikan fasilitas pendidikan secara merata. Dengan keterbatasan ekonomi, jangan menjadi penghalang generasi mudah kita untuk mendapat pendidikan layak serta meraih cita – cita tinggi,” ujar Sugeng.