WAHANANEWS.CO, Sumedang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang menggelar Musyawarah Kerja (Musker) dalam rangka penyusunan program kerja tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Negara Sumedang, Kamis (15/01/2026).
Ketua PMI Kabupaten Sumedang, drg. H. Agus S. Rasjidi, mengatakan bahwa musyawarah kerja ini bertujuan untuk merumuskan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026 sekaligus mengevaluasi capaian program tahun sebelumnya.
Baca Juga:
Bagian Kesra Setda Sumedang Gelar Sosialisasi Tata Cara Pengelolaan Hibah APBD 2026
"Musyawarah kerja ini kami lakukan untuk merumuskan kira-kira kegiatan apa saja yang akan dikerjakan selama tahun 2026. Selain itu, kami juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tahun 2025," ujar Agus.
Musyawarah kerja PMI Kabupaten Sumedang ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Turut hadir Kepala BPBD Kabupaten Sumedang, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, serta seluruh jajaran pengurus PMI Kabupaten Sumedang.
Agus menjelaskan, evaluasi dilakukan terhadap berbagai bidang, di antaranya capaian target donor darah, kinerja markas PMI dalam penanggulangan bencana, serta pembinaan kader.
Baca Juga:
Permendagri Nomor 18 Tahun 2025 Dorong Perubahan Struktur BPBD di Kabupaten Sumedang
Jika terdapat target yang tidak tercapai, PMI akan mengkaji penyebabnya untuk dilakukan perbaikan ke depan.
"Evaluasi ini kami lakukan secara menyeluruh. Kalau ada kekurangan tentu akan kami perbaiki. Kami juga melihat kembali rencana strategis PMI untuk memastikan target-target ke depan bisa tercapai," jelasnya.
Selain evaluasi, musyawarah kerja ini juga membahas sejumlah inovasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Salah satu inovasi yang menjadi fokus adalah program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang akan dilaksanakan PMI Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah.
"Kami akan membantu pemerintah daerah melalui subsidi bantuan Rutilahu, khususnya yang berkaitan dengan kebencanaan seperti rumah yang terdampak kebakaran, longsor, tertimpa pohon, dan kejadian bencana lainnya. Tahun ini kami uji coba dengan target 10 unit Rutilahu," ungkap Agus.
Menurutnya, program Rutilahu yang diintervensi PMI memiliki perbedaan dengan program Rutilahu yang selama ini dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang. PMI akan lebih fokus pada rumah warga yang terdampak bencana.
Secara teknis, PMI akan memberikan bantuan berupa stimulan material bangunan yang dibutuhkan.
Sementara untuk tenaga kerja akan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat dengan melibatkan pemerinta kecamatan dan desa.
"Ini merupakan inovasi baru PMI Kabupaten Sumedang. Sepengetahuan saya, belum ada PMI kabupaten lain yang sampai melakukan intervensi Rutilahu seperti ini. Jika uji coba ini berhasil, ke depan akan kami jadikan agenda rutin," tambahnya.
Agus juga menyampaikan bahwa program Rutilahu ini merupakan hasil diskusi dengan Wakil Bupati Sumedang.
la menyebutkan, Wakil Bupati yang juga pernah menjabat sebag Ketua Gerakan Solidaritas Kemanusiaan melihat adanya peningkatan solidaritas sosial, sehingga mendorong PMI untu berperan lebih aktif membantu pemerintah daerah dalam penanganan Rutilahu.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]