WAHANANEWS.CO, Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Sharing Session bertema transformasi digital bersama Director of Global R&DB Center (GRC) and ASEAN Smart City Program (ASPP), Dr. JunSeok Ioseph Hwang dari Seoul National University (SNU), yang dihadiri Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) muda dan kalangan generasi muda sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan transformasi digital serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Beri Motivasi Finalis Mojang Jajaka 2026: Jadilah Role Model yang Menginspirasi
Sebelum memberikan materi, Prof. Hwang bersama Bupati Dony Ahmad Munir meninjau kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).
Keduanya berkeliling melihat berbagai fasilitas yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan sampah, sarana olahraga, jogging track, lapangan mini soccer, lapangan bola voli, hingga sentra alat musik tradisional dan batik Kasumedangan.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Sumedang, Wuddan Lukmanul Hakim, mengatakan kunjungan Prof. Hwang merupakan tindak lanjut dari kunjungan ASN Kabupaten Sumedang ke Korea Selatan beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Program PKW Platinum 2026 Resmi Ditutup, 25 Peserta di Sumedang Terima Bantuan Usaha dan Legalitas Berwirausaha
"Hari ini kita kedatangan Prof. Hwang dari Seoul, Korea Selatan. Ini merupakan kunjungan balasan setelah beberapa waktu lalu ASN Sumedang melakukan studi ke Korea. Hari ini beliau melihat secara langsung bagaimana tata kelola kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang yang terintegrasi," ujarnya.
Menurut Wuddan, Prof. Hwang mengapresiasi konsep PPS yang tidak hanya menjadi pusat pelayanan pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Tadi beliau ikut berjalan kaki bersama Pak Bupati, melihat jogging track, fasilitas olahraga, mini soccer, lapangan voli, hingga kebersihan lingkungan. Yang paling mendapat perhatian beliau adalah sistem pengelolaan sampah yang sudah terintegrasi," katanya.
Ia menjelaskan, sampah organik diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan untuk budidaya maggot. Selanjutnya maggot dijadikan pakan ikan yang dipelihara di saluran air kawasan PPS.
"Ini menjadi contoh ekonomi sirkular yang sangat baik. Prof. Hwang sangat mengapresiasi bagaimana pengelolaan sampah di PPS mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan sekaligus mendukung lingkungan yang bersih dan asri," ungkapnya.
Selain itu, Wuddan menegaskan fasilitas olahraga di kawasan PPS terbuka bagi masyarakat, tidak hanya untuk ASN.
"Silakan masyarakat memanfaatkan fasilitas olahraga di PPS. Hanya saja untuk lapangan mini soccer dan bola voli saat ini masih dalam tahap pemeliharaan. Insya Allah mulai Agustus nanti, bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI, fasilitas tersebut sudah bisa digunakan. Bahkan akan digelar turnamen bola voli dan mini soccer yang melibatkan peserta dari 26 kecamatan dengan semangat 'Sumedang Membumi, Sukses dan Sehat'," jelasnya.
Pada sesi diskusi, Prof. Hwang juga memberikan pembekalan kepada ASN muda mengenai pentingnya tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
"Intinya, ASN harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan Prof. Hwang dapat diterapkan oleh ASN muda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima," tambah Wuddan.
Sementara itu, dalam paparannya, Dr. JunSeok Ioseph Hwang menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh perubahan pola pikir masyarakat.
Ia mencontohkan berbagai program bantuan pemerintah yang terkadang tidak menghasilkan perubahan jangka panjang karena masyarakat belum memiliki pemahaman mengenai tujuan pembangunan itu sendiri.
"Permasalahan utamanya bukan pada uang atau bantuan yang diberikan, tetapi pada bagaimana membangun pola pikir agar masyarakat mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Prof. Hwang, generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun kota karena merekalah yang akan tinggal dan menikmati hasil pembangunan di masa depan.
"Kaum muda, baik aparatur pemerintah, pelajar, mahasiswa maupun pemimpin muda di masyarakat, memiliki motivasi terbesar untuk membangun kotanya sendiri. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga cara berpikir dan semangat untuk terus berinovasi," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan pembangunan kota modern harus mengedepankan edukasi, kolaborasi, serta pertukaran gagasan, bukan semata-mata bantuan finansial.
Prof. Hwang juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam membangun kota yang berkelanjutan.
"Saya merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Bupati Dony Ahmad Munir. Setiap kota menghadapi tantangan yang sama, seperti kemacetan dan polusi. Namun, solusi dimulai dari perubahan cara berpikir masyarakat. Mobilitas yang baik dimulai dari budaya berjalan kaki, menciptakan ruang publik yang nyaman, serta membangun kota yang ramah bagi warganya," ungkapnya.
Melalui kegiatan Sharing Session ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap pengalaman dan praktik terbaik dari Korea Selatan dapat menjadi inspirasi bagi ASN muda dan generasi muda Sumedang untuk mempercepat transformasi digital, memperkuat inovasi pelayanan publik, serta mewujudkan Sumedang sebagai daerah yang semakin maju, modern, dan berdaya saing.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]