WAHANANEWS.CO, Sumedang - Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, menghadiri kegiatan Rapat Fasilitasi dan Sosialisasi Program Pembangunan Tiga Juta Rumah dalam rangka Kemitraan Bersama DPR RI yang digelar di Aula Tampomas PPS, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri dan dibuka langsung oleh Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Suprayitno.
Baca Juga:
Sekda Sumedang Terima Magang Pemerintahan Pratama Angkatan XXXVI di Lapang PPS
Hadir pula Anggota Komisi II DPR RI sebagai keynote speaker, Ujang Bey, Direktur Peningkatan Kualitas Perumahan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Agus Wahidin, jajaran perangkat daerah Kabupaten Sumedang, di antaranya Disperkimtan, DPUTR, DPMPTSP, Camat Paseh, serta masyarakat.
Dalam laporannya, Ketua Panitia sekaligus Kasubdit Perumahan dan Kawasan Permukiman Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Vony Febriana Pratiwi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemerintah daerah dan masyarakat mengenai kebijakan, skema pembiayaan, serta peran para pemangku kepentingan dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Pembangunan Tiga Juta Rumah melalui penguatan koordinasi lintas sektor, fasilitasi penyelesaian berbagai kendala implementasi, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap akses perumahan layak dan pembiayaannya, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program tersebut," ujarnya.
Baca Juga:
Sekda Sumedang Serahkan Simbolis Bantuan 130 Paket Sembako dari PT Taspen Bandung
Vony menjelaskan, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian PKP, Pemerintah Kabupaten Sumedang, dan Bank BJB.
Sementara peserta yang hadir berasal dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dengan total kehadiran mencapai 135 peserta.
Sementara itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Suprayitno, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
Menurutnya, pemerintah terus melakukan berbagai terobosan, salah satunya dengan memberikan kemudahan dalam proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kami berkolaborasi dengan Kementerian PKP dan Kementerian Pekerjaan Umum agar masyarakat semakin mudah mendapatkan akses rumah layak. Bahkan Pak Menteri memberikan tantangan kepada daerah untuk mempercepat proses penerbitan PBG, dan Alhamdulillah Kabupaten Sumedang menjadi salah satu daerah yang mampu melaksanakannya dengan cepat," kata Suprayitno.
Ia juga mengungkapkan adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat terkait perluasan kategori masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengakses program perumahan.
"Jika sebelumnya batas penghasilan penerima manfaat berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan, kini diperluas hingga sekitar Rp8,5 juta bahkan Rp10 juta. Hal ini dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh akses terhadap hunian yang layak," jelasnya.
Menurut Suprayitno, program pembangunan tiga juta rumah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan yang masih cukup tinggi di Indonesia.
"Keberhasilan program perumahan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik rumah, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas kehidupannya," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Anggota Komisi II DPR RI Ujang Bey membagikan pengalaman pribadinya mengenai pentingnya rumah yang layak bagi kesejahteraan keluarga.
Ia mengaku berasal dari keluarga petani sederhana dan pernah merasakan tinggal di rumah yang jauh dari kondisi ideal.
"Saya anak petani. Waktu kecil, enam bersaudara tinggal dalam rumah yang sangat sederhana. Saat musim hujan, atap rumah sering bocor dan kami harus menampung air hujan agar kasur tidak basah. Pengalaman itu membuat saya memahami betul bahwa rumah yang layak sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, kesehatan, dan masa depan anak-anak," tuturnya.
Menurut Ujang, rumah yang nyaman akan memberikan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak, termasuk dalam proses belajar dan pembentukan karakter.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi Program Tiga Juta Rumah yang melibatkan DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Alhamdulillah hari ini Kabupaten Sumedang menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi Program Tiga Juta Rumah. Kehadiran DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian PKP merupakan hal yang sangat strategis bagi percepatan pelaksanaan program ini di Kabupaten Sumedang," ujarnya.
Tuti menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pembebasan biaya PBG serta percepatan proses penerbitannya.
"Kami telah mengeluarkan kebijakan bahwa PBG untuk masyarakat berpenghasilan rendah dikenakan biaya nol rupiah. Selain itu, proses penerbitannya dipercepat dengan target maksimal tiga jam. Kebijakan ini bahkan telah diresmikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri PKP, dan Kabupaten Sumedang menjadi salah satu daerah terdepan dalam penerapan layanan tersebut," jelasnya.
Menurut Tuti, Kabupaten Sumedang saat ini memperoleh alokasi sekitar 521 unit rumah dalam program tersebut dan proses pembangunannya telah mulai berjalan.
"Kami akan terus melakukan akselerasi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat. Selain itu, kami juga mengusulkan penanganan kawasan kumuh, khususnya di wilayah Jatinangor dan Cimanggung, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," pungkasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, sektor perbankan, serta masyarakat dapat semakin kuat dalam mendukung percepatan Program Pembangunan Tiga Juta Rumah guna mewujudkan hunian yang layak, aman, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]