WAHANANEWS.CO, Sumedang - Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor Kementerian Sosial RI menyalurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada masyarakat Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Selasa (27/01/2026).
Baca Juga:
Kolam Renang Cipanteuneun di Cimalaka Mangkrak, Kades Licin Minta Evaluasi Pengelolaan
Penyerahan bantuan ATENSI ini ditujukan kepada 113 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sumedang.
Bantuan disalurkan berdasarkan hasil verifikasi dan asesmen yang telah dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumedang.
Ketua Tim Wilayah Kerja Sumedang Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor Kementerian Sosial RI, Puji Astuti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki beberapa tujuan utama, salah satunya adalah mempererat silaturahmi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumedang dan masyarakat penerima manfaat.
Baca Juga:
Wabup Sumedang Luncurkan Aplikasi SOMEAH Perumda Tirta Medal
“Hari ini kami dari Sentra Terpadu Inten Soeweno menyalurkan bantuan yang telah diverifikasi dan diproses berdasarkan data input dari Dinas Sosial Kabupaten Sumedang. Total penerima bantuan hari ini sebanyak 113 PPKS, dengan jenis bantuan yang berbeda-beda sesuai hasil asesmen,” ujar Puji.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan penerima manfaat.
Jenis bantuan yang diberikan meliputi bantuan nutrisi, kebersihan diri, perlengkapan kamar, alat bantu disabilitas, hingga bantuan kewirausahaan.
“Untuk bantuan nutrisi, kami menyalurkan sekitar 91 paket yang berisi beras, susu bubuk, biskuit, madu, dan gula merah. Selain itu ada bantuan kebersihan diri berupa sabun, handuk, pasta gigi, dan sikat gigi. Kami juga memberikan perlengkapan kamar seperti kasur, lemari, selimut, dan sprei, serta alat bantu berupa tongkat, kursi roda, dan alat bantu dengar,” jelasnya.
Selain itu, Sentra Terpadu Inten Soeweno juga menyalurkan bantuan kewirausahaan sebanyak 15 paket, yang terdiri dari usaha jajanan anak, menjahit, dan usaha bonsai.
Bantuan tersebut diberikan sesuai dengan pengajuan dan hasil asesmen pendamping sosial.
Puji menambahkan, Sentra Terpadu Inten Soeweno telah hadir dan bersinergi dengan Kabupaten Sumedang sejak tahun 2021 dan berharap bantuan yang diberikan dapat berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat dan perlindungan sosial yang berkesinambungan, khususnya bagi masyarakat yang berada pada kondisi rentan di bawah desil lima. Pendamping dan tim kelurahan dapat terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial apabila masih terdapat warga yang sangat membutuhkan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Agus Kori Hidayat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI atas respons cepat terhadap usulan bantuan yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial. Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Agus berharap bantuan ATENSI tidak berhenti pada satu kali penyaluran, namun dapat terus berlanjut agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Bantuan ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan penerima melalui proses verifikasi dan asesmen. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan tepat sasaran, bermanfaat, dan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat setidaknya untuk jangka waktu yang lebih panjang,” tambahnya.
Salah satu penerima bantuan, Mak Nenah (73), warga Dusun Pamarisen RT 01 RW 03, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pemerintah.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah. Semoga bantuan seperti ini bisa berkelanjutan dan tidak hanya satu kali saja,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Dusun 1 Desa Mekarjaya, Ajat Suhendra, menyampaikan bahwa di desanya hanya satu warga yang menerima bantuan ATENSI, berdasarkan data desil dan DTSEN.
“Sebelumnya penerima merupakan lansia janda yang tinggal sendiri dan mendapatkan permakanan lansia. Semoga bantuan ini dapat benar-benar membantu masyarakat yang sangat membutuhkan,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]