WAHANANEWS.CO, SUMEDANG - Dalam rangka menjaga keandalan pasokan listrik serta meningkatkan aspek keselamatan publik, PLN ULP Sumedang Kota bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang dan Dinas Perhubungan (Dishub) melaksanakan kegiatan berupa pemangkasan pohon yang berpotensi rawan roboh di sekitar kawasan Gunung Kunci, Sumedang.
Kawasan tersebut, menjadi salah satu titik strategis di Kabupaten Sumedang yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek pemeliharaan jaringan. Mengingat kondisi lingkungan dengan vegetasi hutan yang terdiri dari berbagai jenis tanaman atau pohon tinggi dan aktivitas masyarakat, karena Kawasan Gunung Kunci menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Siaga 24 Jam Petugas PLN Kalsel Demi Keandalan Listrik Idulfitri
Manager PLN UP3 Sumedang, Ramdani Agustiyansah mengatakan, kolaborasi lintas instansi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga infrastruktur vital tetap andal dan aman bagi masyarakat.
”Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kolaborasi bersama BPBD dan Dishub berfokus pada mitigasi risiko kebencanaan serta titik strategis yang berada di jalur padat aktivitas masyarakat," ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Langkah ini, lanjut Ramdani, merupakan upaya bersama lintas instansi untuk meningkatkan layanan serta menjaga keselamatan masyarakat dari bahaya listrik, kecelakaan maupun mengurangi potensi terjadinya bencana.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Imbau Penataan Kabel Semrawut demi Wajah Kota Modern dan Aman
"Di sisi PLN juga kegiatan ini dapat meminimalisir terjadinya gangguan listrik sehingga layanan listrik kepada masyarakat tetap berkelanjutan,” ungkap Ramdani.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo menyampaikan pentingnya menjaga komunikasi bersama stakeholder.
Menurutnya, hubungan yang kuat dengan para stakeholder merupakan fondasi penting dalam menjaga layanan kelistrikan dan operasionalnya.
"Penyediaan listrik tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, mitra kerja, hingga masyarakat," paparnya.
Sugeng juga menjelaskan, melalui komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang harmonis, potensi hambatan di lapangan dapat diminimalkan.
"Sementara respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang tangguh, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta aktivitas masyarakat,” tuturnya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]