WAHANANEWS.CO, Sumedang – Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Penilaian Tahap II Wawancara dan Verifikasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Bupati Lantai 2 Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (2/7/2026).
Kedatangan tim juri disambut langsung oleh Wakil Bupati Sumedang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang beserta jajaran perangkat daerah.
Baca Juga:
26 Kontingen Kecamatan Meriahkan PENTAS PAI SD Kabupaten Sumedang 2026
Tim penilai terdiri dari Prof. Dr. Gabriel Lele, Guru Besar Tata Kelola Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Benedictus Raksaka Mahi, Ph.D., Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Dr. Alex Octavianus, Direktur Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan Strategis III Kementerian PPN/Bappenas RI, serta Dr. rer. nat. Jayadi, S.Si., MSE., MA., Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas RI.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Fajar Aldila menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tim penilai yang telah hadir di Kabupaten Sumedang.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sumedang, kami mengucapkan selamat datang kepada tim penilai Penghargaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Sumedang. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan suatu kehormatan bagi kami," ujarnya.
Baca Juga:
Dari Sumedang untuk Indonesia: Wabup Tegaskan Pendidikan Bermutu sebagai Kunci Masa Depan
Fajar juga memperkenalkan Kabupaten Sumedang sebagai City of Knowledge atau Kota Pengetahuan.
Menurutnya, julukan tersebut mencerminkan komitmen Sumedang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sekaligus diselingi gurauan khas mengenai ikon kuliner daerah.
"Sebagaimana tagline kami, Sumedang adalah City of Knowledge. Konon katanya, semakin sering makan tahu Sumedang, semakin pintar. Mudah-mudahan itu juga menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia," katanya disambut senyum para peserta.
Ia turut menyampaikan salam dari Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, yang berhalangan hadir karena tengah mengikuti agenda di Kementerian Dalam Negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah harus didasarkan pada data yang akurat dan berkualitas.
Ia mengutip prinsip yang selalu disampaikan Bupati Sumedang, yakni Good Data, Good Decision, Good Result.
"Data yang baik akan menghasilkan keputusan yang baik, dan keputusan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang baik. Karena itu, kami berharap seluruh perangkat daerah dapat mempertanggungjawabkan setiap indikator pembangunan, baik makro maupun mikro, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan program," tegasnya.
Fajar juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar tidak cepat berpuas diri atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih.
"Apapun pencapaian yang kita raih, jangan pernah membuat kita berbangga diri. Hakikatnya kita sebagai aparatur pemerintah adalah melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Semangat melayani inilah yang harus terus kita jaga," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai strategi, salah satunya dengan membuka akses kesempatan kerja ke luar negeri.
"Alhamdulillah, pada tahun lalu sekitar 150 warga Sumedang berhasil kami fasilitasi untuk bekerja di Jepang. Kami tidak ingin hanya menunggu investasi datang membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga proaktif membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui berbagai program yang tersedia," ungkapnya.
Melalui proses Penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap berbagai inovasi, capaian pembangunan, serta tata kelola pemerintahan yang telah dilaksanakan dapat memperoleh apresiasi sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]