WAHANANEWS.CO, Sumedang - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq disambut hangat oleh Bupati Sumedang dan Wakil Bupati Sumedang saat menghadiri kegiatan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah bersama keluarga besar Muhammadiyah, bertempat di Gedung Negara Sumedang, Minggu (08/02/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Ketua PD Muhammadiyah Sumedang beserta jajaran pengurus, serta unsur terkait lainnya.
Baca Juga:
Laporan ke Polisi Mereda, AMM Buka Peluang Damai dengan Pandji Pragiwaksono
Dalam keterangannya, Fajar Riza Ul Haq menyampaikan bahwa kehadirannya di Sumedang merupakan bentuk memenuhi undangan keluarga besar Muhammadiyah yang menggelar kegiatan Tarhib Ramadan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
“Saya ke Sumedang dalam rangka memenuhi undangan keluarga besar Muhammadiyah yang menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadan. Tentu saya juga berterima kasih kepada Pak Bupati yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.
Ia mengaku senang menerima laporan dari Bupati Sumedang terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang yang terus mengalami peningkatan.
Baca Juga:
Isu Pelaporan Pandji Pragiwaksono, Menkum Akan Cek ke Kepolisian
Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan sumber daya manusia di Sumedang bergerak ke arah yang semakin baik.
“Itu artinya pembangunan sumber manusianya terus maju,” tambahnya.
Fajar Riza juga memberikan motivasi kepada keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah agar momentum Ramadan dijadikan sebagai proses pendidikan, khususnya dalam penguatan karakter dan akhlak sosial masyarakat.
Salah satu penekanan yang disampaikan adalah pentingnya membangun budaya hidup bersih dan sehat, sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang baru saja dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Salah satu implementasi di lingkungan sekolah adalah menghidupkan kembali kegiatan Jumat bersih-bersih. Saya mendapat laporan bahwa di Sumedang hal ini sudah lama dilakukan, dan ini patut menjadi contoh,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan lingkungan dan sampah masih menjadi tantangan serius, terlebih selama bulan Ramadan yang berdasarkan riset Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan adanya peningkatan volume sampah hingga 10–20 persen.
“Karena itu, saya mengajak keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk ikut menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI, salah satunya dengan mengurangi produksi sampah, khususnya sampah nonorganik,” tegasnya.
Menurut Fajar Riza, upaya pengendalian sampah dan pembiasaan hidup bersih merupakan bagian dari pendidikan karakter dan penguatan akhlak sosial, yang sangat relevan ditanamkan kepada masyarakat melalui momentum Ramadan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]