WAHANANEWS.CO, Sumedang - Sebanyak 54 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumedang Tahun 2025 menjalankan tugas terakhir mereka dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (1/6/2026).
Usai pelaksanaan upacara, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang, Asep Rahmat Hidayat, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para anggota Paskibraka yang telah menyelesaikan tugas pengibaran bendera dengan baik.
Baca Juga:
324 Peserta Ikuti Seleksi Paskibraka Sumedang 2026, Hanya 56 Orang Akan Terpilih
"Hari ini kita melaksanakan peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2026. Kami dari Kesbangpol merasa bangga karena kegiatan ini melibatkan anak-anak Paskibraka. Sebanyak 54 orang Paskibraka Tahun 2025 hari ini melaksanakan tugas terakhir mereka sebagai pengibar bendera," ujar Asep.
Menurutnya, berakhirnya tugas pengibaran bendera bukan berarti berakhir pula peran para anggota Paskibraka dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Setelah menyelesaikan tugas tersebut, mereka akan mengemban amanah baru sebagai Duta Pancasila.
Baca Juga:
KPU Sumedang Intensif Lakukan Pendidikan Pemilih dan Pemutakhiran Data Berkelanjutan
"Setelah ini mereka akan dijadikan sebagai Duta Pancasila. Tugas mereka adalah menjadi generasi muda yang mampu mengajak dan memberikan teladan kepada masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar nilai-nilai Pancasila tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Asep menegaskan, yang berakhir hanyalah tugas seremonial pengibaran bendera.
Sementara itu, pengabdian mereka dalam menyebarluaskan semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila akan terus berlanjut.
"Jadi yang berakhir hanya tugas pengibaran bendera. Selanjutnya mereka akan bertugas sebagai Duta Pancasila," tambahnya.
Asep juga berharap generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ideologi Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama di tengah bonus demografi yang saat ini tengah dihadapi Indonesia.
"Ke depan, jumlah generasi muda akan lebih banyak dibandingkan generasi sebelumnya. Harapan kami, nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap NKRI terus tumbuh dan tertanam dalam jiwa generasi muda. Dengan begitu, persatuan dan kesatuan bangsa akan tetap terjaga dan utuh," pungkasnya
[Redaktur: Ajat Sudrajat]