WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebanyak 60 peserta mengikuti Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja melalui Kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi (APBD) Sub Kegiatan Proses Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Berdasarkan Klaster Kompetensi Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Balai Pelatihan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang ini berlangsung di Kampus SMK Ma'arif 2 Sumedang, Selasa (24/02/2026).
Baca Juga:
Disnakertrans Sumedang Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi Pelaku UMKM Cimalaka
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Dr. Irma Dewi Agustin, mengatakan pelatihan kali ini berbasis potensi daerah dan didukung dana DBHCHT.
“Hari ini kita membuka pelatihan berbasis potensi dari dana DBHCHT sebanyak 60 orang. Terdiri dari dua paket kejuruan menjahit dan satu paket roti, kue, dan pastry,” ujarnya.
Untuk kejuruan menjahit, peserta akan diarahkan pada dua skema. Paket pertama dipersiapkan untuk penempatan kerja di industri, salah satunya di PT Seba.
Baca Juga:
Pemkab Majalengka Gandeng Bea Cukai Cirebon, Perangi Rokok Ilegal Lewat Optimalisasi DBHCHT
Sementara paket kedua berlokasi di Desa Jatimekar dengan skema Wirausaha Baru (WUB), yang telah memiliki calon pembeli (buyer) sehingga peserta dapat langsung memproduksi sesuai kebutuhan pasar.
Adapun pelatihan roti, kue, dan pastry diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan MBG (Makan Bergizi Gratis).
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan dipersiapkan untuk memasok produk ke SPPG atau MBG.
Dr. Irma menjelaskan, 60 peserta tersebut merupakan angkatan kerja yang tersebar di Kabupaten Sumedang.
Program ini menjadi salah satu ikhtiar pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi.
“Penekanan angka pengangguran harus diatasi dengan peningkatan kompetensi. Ketika seseorang sudah kompeten, dia bisa bekerja dan menjadi produktif,” katanya.
Selain fasilitasi penempatan kerja di dalam negeri dan kewirausahaan, Disnakertrans juga membuka peluang kerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang.
Dalam waktu dekat, akan dilaksanakan seleksi untuk pelatihan bahasa dan budaya Jepang sebagai tahap persiapan penempatan kerja.
Pihaknya juga terus berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia guna menghadirkan berbagai program pelatihan dan peningkatan kualitas tenaga kerja di daerah.
“Harapannya, dengan peningkatan kompetensi ini, para peserta memiliki daya saing dan siap bekerja, baik di sektor formal maupun informal,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan berbasis DBHCHT ini.
“Alhamdulillah hari ini kita membuka pelatihan menjahit serta pastry dan pembuatan kue. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita bisa mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sumedang. Ini salah satu ikhtiar dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 60 peserta yang saat ini mengikuti pelatihan diproyeksikan akan langsung terserap oleh dunia usaha dan dunia industri.
Program ini merupakan batch pertama dan akan terus berlanjut pada tahap-tahap berikutnya.
“Selain penempatan kerja di dalam negeri melalui pelatihan seperti ini, kita juga membuka peluang kerja ke luar negeri sebagai bagian dari upaya mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]