Dengan harga jual berkisar antara Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram, satu pot dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp500.000 dalam sekali panen.
"Jangan hanya menanam tanaman hias yang tidak menghasilkan. Menanam anggur di dalam pot juga bisa mempercantik rumah sekaligus memberikan nilai ekonomi. Kami ingin masyarakat bersama-sama menjadikan Sumedang sebagai sentra anggur sehingga kesejahteraan petani meningkat dan naik kelas," ungkapnya.
Baca Juga:
DPD KAI Provsu Gelar Musda ke-IV, Ini Pesan Menohok Ketum DPP KAI
Egi menambahkan, keberhasilan budidaya anggur di Sumedang juga telah dibuktikan oleh sejumlah pegiat, termasuk Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang yang kini telah mengembangkan ratusan pot tanaman anggur di kediamannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang sekaligus penggiat budidaya anggur, H. Ayuh Hidayat, mengaku awalnya hanya mencoba menanam 14 bibit anggur yang diberikan oleh H. Egi Zaenal Mutaqin.
"Awalnya saya hanya iseng ingin mencoba. Setelah menerima 14 bibit anggur, saya mulai mencari referensi mengenai cara budidayanya. Alhamdulillah semuanya tumbuh dengan baik hingga akhirnya saya semakin serius mengembangkan tanaman anggur di rumah," katanya.
Baca Juga:
DPD PA GMNI Riau Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Rumbai Pekanbaru
Menurut Ayuh, keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk mengembangkan budidaya anggur karena tanaman tersebut dapat dibudidayakan di dalam pot dengan nilai jual yang cukup tinggi.
"Tanaman anggur dalam pot yang sudah berbuah memiliki nilai jual mulai dari Rp500 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, tergantung ukuran dan produktivitasnya. Selain menjual tanaman, saya juga mengembangkan konsep penyewaan pot anggur," jelasnya.
Ia mengungkapkan, konsep penyewaan tanaman anggur menjadi peluang usaha baru yang cukup menjanjikan.