Pot anggur yang sedang berbuah disewakan kepada masyarakat dengan tarif sekitar Rp200 ribu per pot.
Setelah buah habis dipetik, tanaman dikembalikan dan dapat disewakan kembali kepada penyewa lain.
Baca Juga:
DPD KAI Provsu Gelar Musda ke-IV, Ini Pesan Menohok Ketum DPP KAI
"Permintaannya cukup baik. Bahkan ada pelanggan yang rutin menyewa hingga sekitar 100 pot setiap bulan. Ini menunjukkan budidaya anggur tidak hanya menghasilkan buah, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif bagi masyarakat," ujarnya.
Ayuh juga melihat peluang pasar anggur akan semakin besar dengan adanya berbagai program pemerintah yang melibatkan koperasi sebagai pemasok kebutuhan pangan, termasuk penyediaan buah-buahan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kami terus mendorong pelaku UMKM agar mulai melirik sektor pertanian produktif seperti budidaya anggur. Nantinya hasil panen dapat dipasarkan melalui koperasi untuk memenuhi kebutuhan berbagai program pemerintah. Ini menjadi peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan masyarakat," katanya.
Baca Juga:
DPD PA GMNI Riau Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Rumbai Pekanbaru
Melalui pelatihan ini, DPD ASPAI Sumedang bersama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berharap dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian modern sekaligus melahirkan wirausaha baru di bidang agribisnis.
Budidaya anggur dinilai memiliki prospek yang menjanjikan karena dapat dilakukan di lahan terbatas, memiliki nilai jual tinggi, serta berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sumedang di masa mendatang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]