Dalam kesempatan tersebut, Dony juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks, terutama akibat perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berlangsung sangat cepat.
Karena itu, menurutnya, para pemuda harus terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, workshop, organisasi, maupun berbagai pengalaman yang mampu memperluas wawasan dan jejaring.
Baca Juga:
Usai Resmikan TK Negeri Sartika, Bupati Sumedang Tinjau Hasil Rehabilitasi SDN Sempora di Buahdua
"Kalau dunia berubah dengan cepat, maka kita juga harus mampu beradaptasi. Tingkatkan kompetensi, terus belajar, bangun jaringan, dan yang paling penting adalah menjaga integritas serta karakter," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas, berpikiran terbuka, dan berani mengeksekusi gagasan, bukan hanya berhenti pada diskusi dan penyusunan konsep.
"Sering kali kita memiliki banyak ide, banyak proposal, tetapi berhenti pada wacana. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengeksekusi. Open mind, open heart, dan open will harus dimiliki agar gagasan benar-benar menjadi karya nyata," tegasnya.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Resmikan TK Negeri Sartika di Buahdua, Dukung Peningkatan Pendidikan Anak Usia Dini
Di hadapan para peserta, Dony menyampaikan bahwa setiap pemuda harus mulai menyiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan.
Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki visi jauh ke depan, mampu menginspirasi, terbuka terhadap kritik dan masukan, adaptif terhadap perubahan zaman, serta terus berorientasi pada pencapaian yang melampaui target.
"Pemimpin harus memberikan harapan, bukan ratapan. Pemimpin juga harus mampu mengidentifikasi perubahan yang ingin diwujudkan, memiliki visi, menginspirasi, berpikiran terbuka, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan terus progresif dalam mencapai tujuan," ungkapnya.