WAHANANEWS.CO, Sumedang - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menghadiri sekaligus memberikan pengarahan pada kegiatan DPW Forum BUMDes Jawa Barat dan Pengurus BUMDes se-Kabupaten Sumedang dengan tema "Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis BUMDes Melalui BUMDes-Hub, Desa Digital dan Desa Ekspor", yang digelar di Pendopo PPS Sumedang, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Sumedang, perwakilan Kodim 0610/Sumedang, Sekretaris Jenderal DPP Forum BUMDes Nasional Christian Kent & Jajaran DPP, Bos Urip selaku Ketua Pembina DPW Forum BUMDES Jawa barat, Ketua DPW Forum BUMDES Jawa Barat dan Jajaran Pengurus DPW , Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang Widodo, jajaran APDESI Kabupaten Sumedang, serta para pengurus dan pengelola BUMDes dari seluruh desa di Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Dalam Sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya peran BUMDes sebagai pilar utama penguatan ekonomi desa. Menurutnya, desa harus mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang didukung inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital dalam peningkatan ekosistem ekonomi desa.
Melalui program BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor, pemerintah berharap desa-desa di Sumedang mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar produk unggulan desa, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekjen DPP Forum BUMDes Nasional, Christian Kent, menyampaikan bahwa terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam pengembangan ekonomi desa saat ini.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Resmikan dan Serahkan Kunci 4 Rumah Relokasi Terdampak Pergerakan Tanah di Cisarua
Pertama, pengelolaan limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat yang dapat dikelola oleh BUMDes.
Menurutnya, limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi dapat diolah menjadi peluang usaha yang produktif, salah satu limbah yang di fokuskan adalah limbah sabut kelapa, dimana limbah ini dapat diolah secara sederhana menjadi komoditi yang punya nilai ekonomi di pasaran domestik maupun eksport melalui program " desa eksport" dan juga sejalan dengan arah Presiden Prabowo dalam penanganan darurat sampah .
“Kedua tentu adalah dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Sebuah inovasi atau usaha akan memberikan dampak besar apabila mampu menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujarnya.