Widodo mencontohkan BUMDes Mekarayu yang telah mengembangkan usaha di bidang wisata dan pertanian serta menjalin kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ke depan, pihaknya akan menyusun skema kerja sama yang lebih luas antara BUMDes dengan berbagai program pemerintah maupun sektor usaha lainnya agar mampu meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
Baca Juga:
Bupati Sumedang Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
“Kita tidak memandang koperasi desa sebagai saingan, tetapi sebagai mitra. Sinergi antara BUMDes, koperasi, dan berbagai program ekonomi desa harus terus diperkuat,” katanya.
Menurut Widodo, keberhasilan pembangunan desa harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang ditopang oleh kenaikan pendapatan asli desa.
“BUMDes harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penggerak PADes Jika pendapatan desa meningkat, maka kesejahteraan masyarakat dan pelayanan desa juga akan semakin baik,” jelasnya.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Resmikan dan Serahkan Kunci 4 Rumah Relokasi Terdampak Pergerakan Tanah di Cisarua
Sementara itu, mewakili Ketua APDESI Kabupaten Sumedang, Nana Suarsana menyampaikan dukungan penuh terhadap program pengembangan ekonomi desa berbasis BUMDes yang digagas melalui forum tersebut.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh program ini. BUMDes merupakan ujung tombak ekonomi desa. Melalui BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor, kita wujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut sebagai sarana memperkuat sinergi antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan seluruh pemangku kepentingan.