Menurut Dony, kepindahannya bertujuan untuk memperluas ruang ikhtiar dalam membangun Kabupaten Sumedang serta memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah daerah dan nasional.
“Intinya untuk memperluas ruang pengabdian bagi Sumedang, memperluas kemanfaatan, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Saya harus menuntaskan tugas sebagai Bupati sampai 2030 dan ingin memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat Sumedang,” tegasnya.
Baca Juga:
Dugaan Ijazah Palsu Menyeret Wagub Bangka Belitung ke Status Tersangka
Saat ditanya apakah kepindahannya dipengaruhi tekanan politik, Dony dengan tegas membantah.
“Seratus persen tidak ada tekanan politik atau tekanan apa pun. Ini murni keputusan yang sudah dipertimbangkan secara matang. Mohon doanya agar keputusan ini membawa maslahat bagi umat, masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa PPP bukan sekadar kendaraan politik baginya, melainkan rumah perjuangan yang telah membesarkannya.
Baca Juga:
Soal Kepengurusan Mardiono-Agus, Kader PPP Ajukan Banding Administratif ke Presiden
“PPP adalah rumah perjuangan saya. Saya tumbuh, belajar, dan mengabdi di PPP. Itu tidak akan saya lupakan. Bukan meninggalkan, tapi nilai-nilai perjuangannya akan terus saya jalankan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Sumedang H. Ilmawan Muhamad membenarkan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi sekaligus pamitan.
“Tadi Pak Dony hadir dalam acara silaturahmi dengan pengurus DPC dan PAC PPP se-Kabupaten Sumedang. Beliau menyampaikan langsung rencana dan alasan-alasannya. Sebagai keluarga besar PPP tentu kami merasa berat dan kecewa, itu wajar,” katanya.