Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran dan pelatihan harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri sebagai aparatur negara yang memiliki tanggung jawab melayani masyarakat.
"Mencari ilmu adalah kewajiban. Saya yakin setiap pelatihan seperti ini akan memotivasi dan menginspirasi kita untuk terus berkembang. Pelatihan ini harus mampu membuka pikiran (open mind), membuka hati (open heart), dan membuka kemauan (open will) untuk mengeksekusi perubahan yang lebih baik," tuturnya.
Baca Juga:
Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Hadiri Haflah Musyahadah dan Khotmil Qur'an Santri TKA-TPA BKPRMI se-Kabupaten Sumedang
Bupati juga mengajak peserta untuk mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mindset) sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
"Kita harus menjadi pribadi yang haus ilmu, terus memperbaiki kompetensi diri, dan terus berkembang demi kemajuan serta kemaslahatan masyarakat Kabupaten Sumedang," katanya.
Menurut Dony, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari proses yang dilalui, tetapi juga dari implementasi hasil pembelajaran setelah kegiatan selesai.
Baca Juga:
Bupati Dony Dorong BUMDes Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Melalui BUMDes-Hub, Desa Digital dan Desa Ekspor
"Output dari pelatihan ini adalah meningkatnya kompetensi kerja, munculnya kemauan untuk mengeksekusi berbagai gagasan dan inovasi, serta berdampak pada peningkatan pelayanan publik, pembangunan daerah, kemajuan Kabupaten Sumedang, hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dony juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola diri sebagai fondasi kepemimpinan yang efektif.
Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu mengenali diri, mengendalikan emosi, serta menggunakan kata-kata yang mampu memberdayakan lingkungan kerja maupun masyarakat.