WAHANANEWS.CO, Sumedang - Pemerintah Kecamatan Cisarua menyelenggarakan kegiatan pelatihan tata boga bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cisarua, Jumat (06/02/2026).
Pelatihan tersebut difokuskan pada pembuatan roti dengan menghadirkan narasumber dari Balai Latihan Kerja (BLK).
Baca Juga:
Bank Sumsel Babel Muara Enim Hadirkan Promo Takjil dan Salurkan CSR pada Ramadan 1447 H
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Cisarua.
Camat Cisarua Lilis Budiani mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah kecamatan dalam memperkuat sektor UMKM yang menjadi ujung tombak perekonomian daerah.
“Dalam rangka meningkatkan perekonomian di Kecamatan Cisarua, kami melaksanakan pelatihan bagi pelaku UMKM, salah satunya pelatihan pembuatan roti dengan narasumber dari BLK,” ujarnya.
Baca Juga:
Sarmuji: Kantor DPD Golkar Harus Hidup, Terbuka, dan Produktif untuk Masyarakat
Menurut Lilis, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menentukan perkembangan ekonomi di wilayah kecamatan.
Oleh karena itu, pemerintah kecamatan terus berupaya memberikan pembinaan dan pelatihan agar pelaku usaha semakin berkembang.
“Majunya perekonomian di Kecamatan Cisarua sangat bergantung pada perkembangan UMKM. Karena itu kami mendorong para pelaku usaha agar memiliki keterampilan dan produk yang mampu bersaing di pasar,” katanya.
Ia menjelaskan, pelatihan pembuatan roti dipilih karena memiliki peluang pasar yang jelas, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ke depan, para pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi pemasok produk pangan bagi program tersebut.
“Market-nya sudah jelas, yaitu untuk mendukung kebutuhan MBG. Saat ini kita fokus pada pembuatan roti karena itu yang dibutuhkan,” jelasnya.
Selain pelatihan tata boga, pemerintah kecamatan juga merencanakan pelatihan lain yang berkaitan dengan kebutuhan pasar, seperti pelatihan penanaman sayuran hidroponik.
“Ke depan juga akan dilakukan pelatihan hidroponik karena kebutuhan sayuran juga cukup tinggi. Jadi pelatihan yang kita lakukan memang disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan program MBG di wilayah Cisarua, Lilis menyebutkan saat ini sudah ada satu unit yang beroperasi, satu lagi direncanakan akan mulai berjalan dalam waktu dekat dan satu lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Yang sudah berjalan saat ini satu, rencananya minggu depan akan bertambah satu lagi, dan satu unit lainnya masih dalam tahap pembangunan. Jadi ke depan direncanakan ada tiga,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan pelaku UMKM di Kecamatan Cisarua mampu meningkatkan keterampilan, memperluas peluang usaha, serta turut berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]