WAHANANEWS.CO, Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi membuka Pelatihan Kerja Program Care Beyond Claim di Gedung Creative Center Sumedang, Rabu (9/7/2026).
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disnakertrans Kabupaten Sumedang, BPJS Ketenagakerjaan Sumedang, dan Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Sumedang sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Hadiri Puncak Peringatan Hari Buruh Internasional 2026
Kegiatan dibuka oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir bersama Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat Deny Yusyulian.
Turut hadir Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumedang, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumedang H. Taufik Hidayat Slamat, serta para peserta pelatihan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta BLK, ASN Peduli, kader Posyandu, petugas SPPG, petani tembakau, serta Ketua RT dan RW sebagai bentuk perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Dinas Tenaga Kerja Sumedang Gelar Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Iuran BPJS Ketenagakerjaan dari DBHCHT
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumedang, H. Taufik Hidayat Slamat, mengatakan pelatihan dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
"Peserta tidak hanya mendapatkan materi pelatihan sesuai bidang keahlian, tetapi juga pendampingan serta sertifikat kompetensi yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri," ujarnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, mengurangi angka pengangguran, serta mendukung terwujudnya masyarakat Sumedang yang lebih sejahtera.
Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya penerapan konsep link and match dalam setiap program pelatihan kerja.
Ia menekankan bahwa pelatihan harus terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri sehingga mampu menghasilkan penempatan kerja yang nyata.
"Kalau melatih barista, maka harus dihubungkan dengan kafe-kafe yang membutuhkan tenaga kerja. Begitu juga pelatihan pengolahan hasil perikanan harus dikaitkan dengan rumah makan, restoran, atau pelaku usaha yang menjadi pasarnya," kata Dony.
Menurutnya, dunia usaha dan industri harus dilibatkan secara aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pelatihan agar lulusan memiliki peluang kerja yang jelas setelah menyelesaikan program.
Selain membuka peluang kerja, Pemkab Sumedang juga mendorong lahirnya wirausahawan baru.
Salah satunya melalui kemudahan akses pembiayaan usaha, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang terjangkau.
"Pelatihan harus benar-benar berdaya guna dan berhasil guna. Tujuan akhirnya adalah mengurangi pengangguran, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Melalui Program Care Beyond Claim, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan kerja, terserap di dunia usaha dan industri, maupun mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Deny Yusyulian, menjelaskan bahwa Program Care Beyond Claim merupakan bentuk kepedulian BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan manfaat ketika peserta mengalami risiko kerja, tetapi juga berupaya membangun kembali kesejahteraan keluarga peserta.
"Sering kali BPJS Ketenagakerjaan dipandang hanya sebatas memberikan santunan ketika risiko terjadi. Padahal, lebih dari itu, BPJS Ketenagakerjaan merupakan jembatan untuk membantu masyarakat bangkit kembali dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya.
Ia mengatakan, ahli waris peserta yang meninggal dunia menjadi salah satu sasaran program pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan agar mampu mandiri secara ekonomi.
"Hari ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Tenaga Kerja dan BLK Kabupaten Sumedang dalam memberikan pelatihan kepada para penerima manfaat. Setiap peserta yang terlindungi program ini membawa harapan bagi keluarganya, termasuk kepastian pendidikan anak-anak mereka agar tidak terputus," katanya.
Deny mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerja.
"Kami berharap dari pelatihan ini akan lahir entrepreneur baru. Ketika usaha mereka berkembang, mereka tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Inilah tujuan besar kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]