WAHANANEWS.CO, Sumedang - Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Perhubungan terus memperluas implementasi sistem pembayaran digital QRIS pada angkutan umum.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Herman Suwandi, usai kegiatan Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas bersama Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas PPS Kabupaten Sumedang, Rabu (13/05/2026).
Baca Juga:
Bupati Sumedang Buka Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas Bersama Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Sumedang
Herman menjelaskan, penggunaan QRIS pada angkutan umum di Sumedang sebenarnya sudah mulai diterapkan sejak beberapa waktu lalu melalui peluncuran oleh Bupati Sumedang.
Pada tahap awal, sekitar 100 kendaraan angkutan umum telah menggunakan sistem pembayaran non-tunai tersebut.
“Sudah lama kita gunakan QRIS, pertama kita launching oleh Pak Bupati. Ada kurang lebih sekitar 100 kendaraan yang sudah menggunakan QRIS,” ujarnya.
Baca Juga:
Sinergi PLN Sumedang Bersama BPBD dan Dinas Perhubungan, Cegah Potensi Bahaya Bagi Masyarakat
Menurutnya, saat ini program tersebut terus diperluas dengan menyasar angkutan kota (angkot) dan angkutan perdesaan (Angdes) sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan transportasi publik di Kabupaten Sumedang.
“Kita terus berproses untuk menambah kendaraan angkutan umum, baik angkot maupun Angdes, untuk menggunakan QRIS. Ini sebagai alternatif pembayaran agar lebih memudahkan pengguna jasa transportasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem pembayaran digital ini memberikan kemudahan bagi masyarakat karena dapat dilakukan melalui berbagai platform seperti mobile banking maupun dompet digital.