“Tujuannya adalah meningkatkan akses informasi mengenai investasi, kemudian mempertemukan pelaku usaha dan investor, serta mendorong pemerataan investasi daerah,” katanya.
Heny menjelaskan, Jawa Barat selama ini menjadi salah satu daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.
Baca Juga:
Satpol PP Segel Gedung Mewah Langgar GSS Ciliwung Pekan Esok: Ada yang Lapor Polres Soal Penipuan
Namun demikian, capaian investasi tersebut perlu terus didorong agar dapat memberikan dampak yang lebih merata hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Selain mendorong pemerataan investasi, kemitraan antara usaha besar dan UMKM dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
“Sikertas memiliki basis data, baik pelaku usaha besar maupun UMKM. Data tersebut menjadi backbone untuk mempertemukan antara usaha besar dengan UMKM,” jelasnya.
Baca Juga:
Program PKW Platinum 2026 Resmi Ditutup, 25 Peserta di Sumedang Terima Bantuan Usaha dan Legalitas Berwirausaha
Menurut Heny, ketersediaan data yang terintegrasi juga dapat membantu pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Perangkat daerah dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk menyusun berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan investasi dan kemitraan usaha.
Di sisi lain, penerapan sistem informasi kemitraan juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi serta memudahkan proses monitoring pelaksanaan kemitraan.