WAHANANEWS.CO, Sumedang - Bos Persib Bandung sekaligus Dewan Penasehat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia, H. Umuh Muchtar, menyampaikan kesiapan tim Persib dalam menghadapi pertandingan melawan Arema FC yang dijadwalkan berlangsung besok.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan Halal Bihalal Kepala Desa se-Kabupaten Sumedang yang digelar di Gedung Serba Guna Tegar Beriman, Desa Cikoneng Kulon, Kecamatan Ganeas, Kamis (23/04/2026).
Baca Juga:
Persib Bandung Menang 2-0, Saddil Ramdani: Pertandingan Sangat Istimewa
H. Umuh menegaskan bahwa seluruh persiapan tim sudah dilakukan secara maksimal untuk menghadapi laga tersebut.
“Kita sudah siapkan segala macam. Saya bilang Persib tidak akan kalah, kalahnya cuma sama wasit,” ujarnya.
Dalam keterangannya, ia juga menyoroti kinerja perangkat pertandingan yang menurutnya kerap menjadi sorotan dalam sejumlah laga yang dijalani Persib.
Baca Juga:
Rumor Joey Pelupessy ke Persib Menguat, Persaingan Lini Tengah Diprediksi Makin Panas
Ia bahkan menyinggung perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perwasitan di Indonesia.
“Saya tidak aling-aling, saya tantang semua pengurus, baik dari liga maupun PSSI. Kalau terus seperti ini, bubarkan saja. Ini bisa merusak persepakbolaan Indonesia dan memalukan di mata negara lain,” tegasnya.
Terkait hasil pertandingan sebelumnya yang berakhir 2-0, H. Umuh kembali menyoroti sejumlah keputusan wasit yang menurutnya merugikan timnya, termasuk insiden dugaan handball di dalam kotak penalti.
“Itu jelas-jelas handball, tapi tidak dianggap. Ini yang membuat saya tidak mengerti kenapa PSSI diam,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung gerakan anti mafia wasit yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius demi perbaikan sepak bola nasional.
“Anti mafia wasit harus bergerak. Saya bicara ini supaya didengar dan diperhatikan,” tambahnya.
Meski demikian, H. Umuh tetap menegaskan optimisme tinggi terhadap peluang Persib untuk meraih prestasi terbaik musim ini.
“Kita harus juara. Mudah-mudahan dengan saya bicara keras seperti ini, semua bisa mendengar dan memperbaiki,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]