"Siswa dan siswi harus terus mempertahankan akhlak dan adab yang baik, sekaligus meningkatkan prestasi. Ketika peserta didik berprestasi dan memiliki karakter yang baik, saya yakin masyarakat akan semakin percaya untuk menyekolahkan anak-anaknya ke madrasah," ujarnya.
Hamzah menambahkan, madrasah harus mampu mencetak generasi yang saleh, berprestasi, serta memiliki rasa cinta kepada bangsa dan negara.
Baca Juga:
Sidang MK Panas, MBG Dikritik Ganggu Belajar hingga Picu Sampah Plastik di Sekolah
"Insyaallah, jika itu terus dijaga, masyarakat akan semakin percaya kepada madrasah yang ada di Kabupaten Sumedang," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumedang, Ronny Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang dalam rangka meningkatkan pemahaman para guru madrasah mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para guru tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dalam meningkatkan kesejahteraan para guru," kata Ronny.
Baca Juga:
Kebersamaan guru TK Pembina Bandar di pagi hari fondasi penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif
Menurutnya, kesejahteraan tidak hanya diukur dari aspek materi semata, tetapi juga dari adanya perlindungan jaminan sosial yang memberikan rasa aman ketika pekerja menghadapi berbagai risiko kerja.
"Perlindungan ini dapat memberikan jaminan ketika guru mengalami kecelakaan kerja ataupun meninggal dunia. Dengan adanya perlindungan tersebut, para guru dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus menjalankan tugasnya," jelasnya.
Ronny mengungkapkan bahwa masih terdapat guru madrasah yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.