Menurutnya, kondisi sosial di tingkat desa berbeda dengan pemilihan umum lainnya karena hubungan antarwarga umumnya sangat dekat dan memiliki keterkaitan keluarga.
"Kami ingin memberikan motivasi dan dukungan kepada panitia Pilkades karena situasinya berbeda dengan pemilihan gubernur, bupati maupun presiden. Di desa, ekosistem masyarakatnya sangat dekat dan sering kali memiliki hubungan kekeluargaan," jelasnya.
Baca Juga:
Selesai Tawaf Wada, Kloter 29 Jabar Bergerak ke Madinah
Karena itu, lanjut Cecep, panitia yang terpilih harus mampu menjaga profesionalitas dan tidak berpihak kepada calon tertentu.
"Panitia harus bisa memosisikan diri secara netral. Netralitas ini sangat penting karena sangat mungkin ada anggota keluarga atau kerabat yang menjadi calon kepala desa. Kondisi seperti ini cukup rentan sehingga harus dijaga dengan baik agar proses pemilihan berjalan jujur dan adil," tegasnya.
Warga Diminta Jaga Kondusivitas
Baca Juga:
SMK Bina Harapan Sumedang Gelar Angkat Sumpah dan Appreciation Day, Lepas 52 Siswa Farmasi dan Kimia Industri
Selain kepada panitia, Cecep juga mengimbau masyarakat untuk menjaga suasana kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.
Menurutnya, pemilihan kepala desa merupakan pesta demokrasi yang membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah kecamatan, pemerintah desa maupun unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
"Kami berharap masyarakat dapat menahan diri dan menjaga kondusivitas. Pilkades sering kali menimbulkan dinamika karena masing-masing calon memiliki pendukung yang dekat secara sosial maupun kekeluargaan," ujarnya.