Ia menegaskan, penyelesaian pembangunan MAN IC Sumedang tidak dapat terus ditunda.
Selain kebutuhan peserta didik yang semakin meningkat, keberadaan siswa di Asrama Haji Bekasi juga menghadapi persoalan karena fasilitas tersebut merupakan milik Kementerian Haji dan Umrah yang membutuhkan penggunaan kembali.
Baca Juga:
Bolehkah Makan Buah di Malam Hari? Simak Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
“Kita sudah tidak mungkin untuk menunda lagi penyelesaian ini, karena siswa-siswi sudah terlalu banyak bertanya kenapa mereka masih ditempatkan di Asrama Haji. Apalagi ada semacam warning dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai pemilik asrama untuk segera mengosongkan lahan itu,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga menerima berbagai masukan konstruktif dari Kanwil Kemenag Jawa Barat, jajaran bidang terkait, serta Kemenag Kabupaten Sumedang.
Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala pembangunan MAN IC Sumedang.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Hadiri Pelantikan Ketua dan Pengurus PWI Kota Jambi Masa Bakti 2026-2029
“Kita berharap segera seluruh fasilitas MAN IC ini diselesaikan dan tahun ajaran baru tahun depan itu bisa sudah pindah semuanya ke bangunan yang baik,” ungkap Maman.
Selain sarana prasarana, persoalan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Menurut Maman, ketersediaan tenaga pendidik merupakan salah satu kunci utama dalam memastikan kualitas proses pembelajaran di MAN IC Sumedang.
Untuk itu, pihaknya mendorong Direktorat Jenderal Pendidikan Islam agar segera melakukan rekrutmen tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan MAN IC Sumedang. Ia juga berharap tenaga pendidik terbaik dari madrasah-madrasah di Jawa Barat dapat turut dipertimbangkan.