WAHANANEWS.CO, Sumedang - Bimbingan Manasik Haji Nasional Tahun 1447 H/2026 M resmi dibuka secara virtual oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf.
Kegiatan nasional tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti serentak oleh seluruh daerah di Indonesia.
Baca Juga:
Wali Kota Subulussalam Motivasi Calon Jamaah Haji Kloter ke-6, Doakan Kota Tercinta Keluar dari Krisis
Di Kabupaten Sumedang, kegiatan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten/kota dan kecamatan turut digelar dengan mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan”.
Acara berlangsung di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumedang, Rabu (11/02/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumedang, H. Agus, mengatakan bahwa pihaknya sebagai penyelenggara melaksanakan bimbingan manasik bagi calon jemaah haji asal Sumedang yang akan berangkat pada tahun 2026 M/1447 H.
Baca Juga:
Hadiri Manasik Haji Tahap I, Tri Adhianto ’Curcol’ Soal Ini
“Barusan kita mengikuti kegiatan Bimbingan Manasik Nasional yang dilaksanakan secara serentak melalui Zoom dan dipusatkan dari Jakarta, dibuka langsung oleh Pak Menteri dan juga Pak Wakil Menteri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bimbingan manasik haji dilaksanakan dalam dua tingkatan, yakni tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten.
Untuk tingkat kecamatan, pelaksanaan sudah dimulai secara serentak pada hari pertama ini.
“Untuk tingkat kecamatan, Alhamdulillah sudah mulai dilaksanakan secara serentak. Di kecamatan itu ada empat kali pertemuan. Hari ini baru satu kali, insya Allah ke depan masih ada tiga kali pertemuan lagi sesuai jadwal yang sudah disampaikan kepada para calon jemaah haji,” jelasnya.
Selain penyampaian materi teori oleh para narasumber yang telah ditunjuk, kegiatan manasik di tingkat kecamatan juga akan dilengkapi dengan praktik lapangan.
“Untuk praktik di tingkat kecamatan, hari Sabtu akan dilaksanakan praktik lapangan. Setelah pemaparan berbagai teori, para calon jemaah akan terjun langsung untuk melaksanakan simulasi prosesi haji dan juga praktik umum lainnya,” tambah H. Agus.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap seluruh calon jemaah haji dapat mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh sebagai bekal sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Kami mengharapkan semua calon jemaah bisa menghadiri kegiatan ini, memahami materinya, dan mampu mengaplikasikannya sebagai perbekalan saat di Tanah Suci. Baik dari sisi kesehatan, pemahaman manasik, maupun hal-hal lain yang menunjang keselamatan, ketenangan, dan ketentraman selama perjalanan haji,” ungkapnya.
Dengan mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dapat semakin inklusif dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah, khususnya kelompok rentan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]