WAHANANEWS.CO, Sumedang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, mengalami penyesuaian.
Menu makanan yang biasanya disajikan dalam bentuk siap santap, kini diganti dengan menu kering untuk memudahkan penerima manfaat mengonsumsinya saat berbuka puasa.
Baca Juga:
Monitoring Dua SPPG, Sekda Sumedang Tekankan Peningkatan Kualitas Program MBG
Hal tersebut terpantau di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sukajaya saat ditemui pada Kamis (26/02/2026).
Kepala SPPG Desa Sukajaya, Muhammad Zakiyuddin, menjelaskan bahwa pada minggu pertama Ramadan, sistem distribusi dilakukan setiap tiga hari sekali.
“Kalau di Sukajaya sendiri, di minggu pertama bulan puasa ini pengiriman dilakukan tiga hari sekali. Jadi menunya merupakan paket untuk tiga hari,” ujarnya.
Baca Juga:
Ada Nama Wakapolda Jambi, Kapolri Kembali Lakukan Mutasi Besar di Tubuh Polri
Ia menambahkan, pada minggu berikutnya distribusi akan dimaksimalkan menjadi satu hari sekali untuk para penerima manfaat di sekolah maupun B3.
“Untuk minggu selanjutnya, pengiriman akan dimaksimalkan satu hari satu kali kepada penerima manfaat di sekolah dan juga B3,” tambahnya.
Selama Ramadan, menu yang dibagikan berupa makanan kering agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Kalau di bulan Ramadan ini, menunya berupa keringan, karena untuk bisa dimakan saat berbuka puasa,” jelas Zakiyuddin.
Sementara itu, Pengawas Lapangan SPPG Desa Sukajaya, Galih Muhammad Ramdhan, mengatakan bahwa proses distribusi tetap dilakukan dengan koordinasi bersama pihak penerima manfaat, baik sekolah maupun pengelola posyandu atau B3.
“Distribusi tetap kami koordinasikan dengan pihak sekolah dan pengelola posyandu atau B3. Sebelumnya, menu kering juga pernah diterapkan, misalnya saat sekolah melakukan BDR,” ungkapnya.
Menurutnya, selama Ramadan pihaknya dapat kembali menerapkan pola distribusi menu kering dengan sejumlah penyesuaian terkait pemenuhan gizi.
“Ada tambahan terkait gizi. Misalnya susu diganti dengan telur mentah yang nantinya dikelola oleh orang tua siswa. Kemudian ada juga makanan olahan seperti bolu, dimsum, serta makanan berbasis protein hewani,” jelas Galih.
Ia menegaskan, makanan tersebut tidak dibeli jadi, melainkan diolah langsung oleh dapur SPPG bersama tim koki dan relawan.
“Tidak membeli dari luar, tetapi diolah langsung oleh dapur SPPG bersama tim koki dan relawan,” katanya.
Sejauh ini, proses distribusi berjalan lancar. Untuk tahap awal, pendistribusian menyasar siswa tingkat TK, PAUD, dan Kober yang memiliki jam pulang lebih awal.
Selanjutnya akan dilanjutkan ke tingkat SD Negeri yang pulang sekitar pukul 12.00 WIB, serta porsi lebih besar untuk tingkat SMP.
“Besoknya ada B3 dan sekolah-sekolah terdekat di Desa Sukajaya,” pungkasnya.
Program ini diharapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat meski dalam suasana Ramadan, dengan penyesuaian pola konsumsi yang lebih fleksibel.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]