“Untuk SPPG Sukajaya ini luar biasa. Dari awal sampai akhir alurnya sudah betul-betul sesuai model BGN. Secara ketentuan hampir sempurna,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi mitra SPPG, Kepala SPPG, serta seluruh jajaran yang telah melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sangat baik.
Baca Juga:
Wakil Bupati Deli Serdang Meresmikan SPPG Sei Rotan
Menu makanan dinilai telah sesuai ketentuan BGN, serta tenaga kerja mayoritas berasal dari masyarakat lokal.
“Tenaga kerjanya memanfaatkan warga lokal sebanyak 53 orang. Termasuk komoditas supply and demand untuk kebutuhan menu juga melibatkan produk lokal. Namun tentu masih perlu kita tingkatkan dari sisi kualitas dan kuantitas produk lokal, dan ini menjadi PR kita bersama,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang berencana membentuk ekosistem pendukung SPPG yang melibatkan berbagai unsur, seperti KDMP, BUMDes, serta forum mitra SPPG sebagai wadah komunikasi dan koordinasi.
Baca Juga:
Kemenkes Perketat Pengawasan MBG, 55,1 Juta Penerima Manfaat Dijamin Keamanan Pangannya
“Kami di Kabupaten Sumedang memiliki 111 SPPG, dan baru sekitar 4 sampai 6 SPPG yang kami kunjungi secara menyeluruh. Secara umum sudah bagus, meski masih ada kekurangan di sana-sini dan akan terus kami perbaiki,” tambahnya.
Sekda juga berharap SPPG Sukajaya dapat menjadi role model karena telah memiliki buku panduan (handbook) yang dibagikan ke sekolah-sekolah, berisi menu, kandungan kalori, kandungan gizi, hingga edukasi waktu makan untuk mencegah risiko keracunan.
Sementara itu, Yani Citraeni, mitra SPPG Desa Sukajaya, menyampaikan apresiasi atas pembinaan dan pengawasan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.