“Kalau yang mentah sekitar Rp50 ribu, kalau yang sudah matang sekitar Rp60 ribu,” jelasnya.
Meski telah menjalankan usaha selama beberapa tahun, Kesih mengaku hingga saat ini belum banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Baca Juga:
Perayaan HUT KAKR GBKP Klasis Sinabun Dirangkai Beberapa Kegiatan dan Mengajak Anak-Anak Untuk Mengenal Tuhan
Namun demikian, ia berharap usaha kecil yang dijalankannya dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat.
Dengan mempertahankan cita rasa tradisional, usaha camilan rumahan milik Ibu Kesih ini menjadi salah satu contoh pelaku UMKM di pedesaan yang tetap bertahan dan berkontribusi dalam melestarikan makanan khas daerah.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]